International Women’s Day: Panggung Politik Perempuan Independen

0
235

Pada hari Jumat, tanggal 8 Maret 2019, aksi yang bertemakan “Panggung Politik Perempuan Independen” diadakan oleh Komite IWD di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha dalam rangka memperingati International Women’s Day. Aksi ini merupakan sebuah gerakan bersama yang menuntut ruang hidup demokratis, sejahtera, setara, dan bebas kekerasan dengan menyuarakan isu-isu perempuan terkait kesetaraan gender dalam politik, kekerasan seksual, dan pengesahan RUU PKS. Ditujukan untuk pemerintah, aksi ini di mulai di depan Monas. Peserta aksi, yang memakai pita ungu, berarak sampai ke Taman Aspirasi sembari menyuarakan “Hidup Perempuan!” “Aku, Kamu, Lawan Kekerasan Seksual!” “RUU PKS,  Sah-kan Sekarang Juga!”. Seruan ini diutarakan dengan harapan pemerintah dan masyarakat cepat menyadari pentingnya pengesahan RUU PKS.

    Stacy, salah satu orator, menyampaikan bahwa alasan dibalik tema IWD 2019 adalah keresahan komite IWD menjelang Pemilu. Terlihat bahwa suara perempuan masih terhalangi oleh ruang demokrasi yang sempit dan ketimpangan sosial. Selain itu, maraknya kriminalisasi dan kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini, menambah keyakinan Komite IWD bahwa ini adalah momentum yang tepat untuk menyuarakan hak perempuan untuk berpolitik secara independen tanpa terjebak dalam kubu politik tertentu.

   Selain untuk menyuarakan peran perempuan dalam politik, aksi ini juga menuntut kesetaraan dan perlindungan perempuan Indonesia yang dirasa masih sangat kurang khususnya terkait kekerasan seksual. Peserta aksi terlibat dalam aksi ini karena berbagai alasan. Farah, seorang siswi SMA, mengikuti aksi ini karena terdorong oleh pengalaman temannya yang pernah menjadi korban pelecehan seksual dan belum mendapat perlakuan dari pihak berwenang secara adil. Sedangkan Alex, salah satu komite IWD 2019, mengatakan bahwa, “Gue perempuan, dan gue sadar hak gue belum dipenuhi negara.”

    Komite IWD 2019 sendiri merupakan jaringan bersama untuk memperingati International Women’s Day. Komite ini terdiri dari 58 organisasi dan komunitas kemasyarakatan, di antaranya Jurnal Perempuan, Konferensi Kongres Aliansi Serikat buruh Indonesia (KASBI), Woman’s March Jakarta, Serikat Mahasiswa Progresif Universitas Indonesia (SEMAR UI), Rumah Faye (pusat rehabilitasi untuk korban pelecehan seksual –red), Pelangi Mahardika (organisasi perempuan yang bergerak dalam penyuaraan hak LGBT), dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI). Di bawah organisasi-organisasi ini, Komite IWD 2019 membagi perhatiannya ke dalam 8 klause yaitu ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, media dan teknologi, hukum dan kebijakan, ruang hidup dan agraria, kekerasan seksual, serta identitas dan ekspresi. Aksi ini diharapkan dapat menjadi titik awal pemerintah dan masyarakat untuk lebih menghargai kesetaraan dan perlindungan wanita Indonesia.

 

Kontributor: Erika Tanudjaya, Gabriella Dian
Editor: Vibi Larassati

LEAVE A REPLY