Bincang Inspiratif bersama Novel Baswedan: Pemuda dan Pemberantasan Korupsi

0
201

Pada Jumat, 22 Februari 2019 pukul 15.50, Rumah Kepemimpinan bersama dengan Korps Mahasiswa Anti Korupsi UI (KOSMIK) dan BEM FMIPA UI menyelenggarakan sebuah bincang inspiratif dengan tema “Peran Pemuda dalam Menjanga Integritas dalam Pemberantasan Korupsi” di Auditorium B.101 FMIPA UI. Acara tersebut menghadirkan Novel Baswedan (Penyidik KPK), Nanang Farid Syam (Spesialis Kerjasama KPK), serta Tama S. Langkun (Koordinator Divisi Hukum dan Pengadilan ICW).

Dalam sesi pertamanya, Novel Baswedan menjabarkan pentingnya integritas dalam pemberantasan korupsi. Beliau memaparkan bahwa kasus korupsi di negara kita merupakan sesuatu yang besar, luar biasa, dan masif. Keadaan ini kelak akan berpengaruh pada rencana perbaikan Indonesia ke depannya. Menurut Novel, akar dari permasalahan tersebut adalah lemahnya penegakan hukum yang ada di Indonesia. Namun, dari banyak kasus yang berusaha diselesaikannya, justru banyak aparat penegak hukum yang ikut terlibat dalam praktik korupsi, sehingga pemberantasannya menjadi semakin rumit. “Meski begitu, hal demikian tidak perlu kita takuti,” tutur penyidik KPK tersebut. Beliau mendorong kalangan pemuda untuk selalu mengedepankan integritas, kejujuran, dan nilai-nilai positif dalam perjuangan memberantas korupsi. Di akhir perbincangannya, beliau berharap agar mahasiswa selalu berkarakter kuat, yang harus diupayakan dengan susah payah.

Sesi selanjutnya diisi oleh Nanang Farid Syam yang menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam membantu KPK memberantas korupsi. “KPK tidak bisa bekerja sendiri,” tutur Nanang. Nanang menjelaskan bahwa jika KPK lahir dari amanah reformasi. Sebagai upaya dalam menjaga amanah reformasi, Nanang berharap semua pihak untuk ikut terlibat. Di akhir sesi, Nanang menegaskan bahwa persistensi merupakan kunci eksistensi KPK hingga hari ini.

Tama S. Lengkun selaku Koordinator Divisi Hukum dan Pengadilan ICW mengisi sesi terakhir. Tama memaparkan peran pemuda dalam pemberantasan korupsi. Lebih lanjut, Tama menjelaskan kinerja KPK dalam menyelesaikan tindak pidana korupsi sepanjang tahun 2017-2018. Setelah pemaparan tentang korupsi di Indonesia, Tama juga menjelaskan peran pemuda dalam pemberantasan korupsi. Ia menjelaskan generasi muda dapat melakukan aksi pemberantasan korupsi dengan cara-cara kreatif dan tidak konvensional, contohnya dengan berkarya lewat musik. “Siapapun bisa terlibat dalam gerakan pemberantasan korupsi,” tutupnya.

 

 

Kontributor: Ruthana Bitia, Haikal Qinthara

Editor: Vibi Larassati

LEAVE A REPLY