Penerapan Biodiesel 20 Persen (B20), Sudah Meratakah?

0
179

Sabtu, 1 September 2018, Pemerintah mewajibkan penggunaan biodiesel 20 persen (B20) sebagai pengganti solar tanpa pencampuran biodiesel (B0) untuk Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO. Peresmian penggunaan biodiesel 20 persen itu sendiri sudah diresmikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution kemarin Jumat, 31 Agustus 2018. Dilansir dari kompas.com, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan bahwa pergantian penggunaan bahan bakar solar dengan biodiesel 20 persen menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan defisit transaksi berjalan sebesar 2.5 persen. Sebab, dengan begitu pemerintah dapat mengurangi impor minyak mentah hingga 2.2 miliar dollar AS.

Penerapan biodiesel 20 persen didistribusikan di SPBU BUMN maupun swasta. Syarifudin, manajer SPBU Shell yang berlokasi di Warung Jati, mengatakan bahwa SPBU Shell di Warung Jati sudah dari bulan-bulan sebelumnya menyediakan biosolar 20 persen untuk kendaraan bermesin diesel. “Sudah sepantasnya biodiesel 20 persen disediakan di setiap SPBU, karena itu sudah merupakan aturan pemerintah yang harus ditaati” tambah Syarifuddin. Meski begitu, belum seluruh SPBU menyediakan biodiesel 20 persen. Irawan, pengawas SPBU Pertamina di wilayah Warung Jati, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari manajer mengenai penerapan biodiesel 20 persen. Sampai saat ini, menurut Irawan, tangki solar yang baru masih berisi biodiesel yang sudah lama digunakan. Hal serupa juga terjadi di  SPBU Pertamina Kampung Rambutan. Salah satu petugas dari SPBU tersebut, Irfan, berujar “Saat ini solar yang baru masih diisi biosolar yang lama.”

Pada tahap  selanjutnya, pemerintah berencana untuk memproduksi biodiesel 30 persen (B30) dengan meningkatkan campuran minyak sawit menjadi 30 persen. Dilansir dari kontan.com, pemerintah akan mempercepat penggunaan B30, yang rencananya dilakukan tahun 2020, menjadi 2019.

 

Kontributor: Alam Pangestu

Editor: Emily Sakina Azra, Pieter Hans

LEAVE A REPLY