Sandiaga Uno dalam The 15th CENS UI: DKI Jakarta Siap Mendukung dan Menerapkan Konsep Resilient City

0
240
Sandiaga Uno (dua dari kanan) saat menjadi keynote speaker dalam CENS UI (15/11) (Bunga Mentari/economica.id)

Rabu, 15 November 2017 telah diselenggarakan The 15th Civil Engineering National Summit (CENS) UI oleh Ikatan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Grand Pancoran, Jakarta. Mengusung tema “Resilient City: Developing Urban Transportation System”, The 15th CENS UI menghadirkan sejumlah pembicara ternama.

Acara dibuka dengan keynote speech dari Sandiaga Uno, Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, yang menyatakan dukungannya terhadap konsep resilient city (ketangguhan kota) sebagai konsep yang juga diterapkan di negara-negara maju. Sandiaga menyampaikan bahwa saat ini sebuah kota harus siap menghadapi keadaan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Agar mampu menghadapi keadaan tersebut, diperlukan pemikiran-pemikiran out the box, yang salah satunya dapat diperoleh dari kompetisi dan konferensi seperti yang diselenggarakan oleh The 15th CENS UI.

Dalam membangun DKI Jakarta menjadi resilient city, ada tiga strategi yang diterapkan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pertama, pengembangan sarana transportasi massal. Sandiaga menyampaikan bahwa Light Rail Transit (LRT) akan siap digunakan pada Juli 2018 dan Mass Rapid Transit (MRT) pada Maret 2019. Kedua, pembatasan lalu lintas motor dan mobil pribadi secara gradual. Sandiaga Uno menyampaikan bahwa DKI Jakarta adalah kota dengan mayoritas masyarakat kelas menengahnya masih menggunakan kendaraan pribadi. Strategi kedua tersebut diaplikasikan dengan rencana penerapan Electronic Road Pricing (ERP) pada ruas-ruas jalan ibu kota. Saat ini, proyek ERP masih berada pada tahap penyeleksian perusahaan pelaksana dan akan mulai dibangun setelah pembangunan MRT selesai. Ketiga, meningkatkan kapasitas jaringan jalan BRT serta mendorong integrasi antara commuter line dengan Bus Rapid Transit (BRT) dan MRT. Sebagai kesimpulan, Sandiaga menyampaikan bahwa kunci untuk mewujudkan resilient city adalah bagaimana mindset masyarakat dapat shift untuk mau menggunakan transportasi massal.

Keynote speech dilanjutkan dengan sesi pertama yang membawa sub tema “Concept of Resilient City and Transportation System”, menghadirkan Purnomo Dwi Sasongko (Chief Resilient Officer Kota Semarang), Soesanto Soehodho (Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi), dan Silvia Halim (Direktur Konstruksi PT. MRT Jakarta).

Sesi kedua dengan sub tema “Supporting Implementation of Resililient Urban Transportation System in Indonesia”, menghadirkan Boy Aditya Prakasan Ishar (PT. Sarana Multi Infrastruktur), Tonny Agus Setiono (Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Program), dan Andrian Wiguna (General Manager Infrastructure Services Campbelltown City Council (SA)).

 

Kontributor : Bunga Mentari

Editor : Citra Mufthi

LEAVE A REPLY