Evaluasi Akhir Tahun: Islamic Business and Economics Community (IBEC)

0
335
Amrial, pada sesi presentasi IBEC di Evaluasi Akhir Tahun (28/11) (Monica Taufik/economica.id)

Himpunan mahasiswa Ilmu Ekonomi Islam dan Bisnis Islam FEB UI atau yang lebih dikenal dengan IBEC menghadiri evaluasi tahunan yang diselenggarakan oleh BPM FEB UI, Selasa 28 November 2017 di selasar FEB UI.  Tidak hanya IBEC, evaluasi tahunan kali ini juga dihadiri oleh pimpinan BPM FEB UI, himpunan mahasiswa jurusan lain seperti MSS, Kanopi, SPA, dan BEM FEB UI. Pada acara dimulai pukul 17.15 WIB, IBEC mendapat giliran ketiga untuk presentasi setelah MSS dan Kanopi.

Amrial, Ilmu Ekonomi Islam 2014, selaku ketua IBEC memulai presentasinya dengan memaparkan visi dan misi IBEC pada tahun kepengurusannya. Visi strategis yang dibawa oleh IBEC adalah menjadikan mahasiswa IEI-BI yang representatif dan sebagai Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam terbaik di Indonesia. Salah satu misi yang disoroti adalah kehadiran pada forum nasional demi menjalin hubungan dengan organisasi Ekonomi Islam lainnya yaitu FOSSEI. Namun karena dirasa kurang sesuai, IBEC dan beberapa organisasi ekonomi islam lainnya menjadi pelopor forum himpunan ekonomi islam nasional yang diberi nama Islamic Economics Student Summit.

Selain visi misi, Amrial juga menjelaskan beberapa proker unggulan IBEC  yang berhasil terlaksana, seperti I-Studies, Mentoring Ekonomi Syariah, Penulisan Artikel Arise dan I-Share, Evaluasi Prodi, IBEC School of Champions, I-Lib, I-Learn, Apresiasi mahasiswa IEI-BI berprestasi, dan event besar seperti Kuliah Ilmu Ekonomi Islam (KIEI) yang masih berjalan hingga hari ini.

Selain proker-proker di atas, Amrial juga memaparkan beberapa inovasi yang dibawa pada periode kepemimpinannya kali ini. Inovasi tersebut adalah dengan diadakannya IBEC Waqf Project, yaitu gerakan untuk meningkatkan awareness dari mahasiswa IEI-BI tentang penerapan instrumen keuangan sosial islam. Proker ini berhasil mengumpulkan dana Rp 900.000 untuk kepentingan merekam kajian Mentoring Ekonomi Syariah. Selain itu, inovasi yang berhasil dilaksanakan adalah dengan dibukanya Baitul Maal wa Tamwil (BMT).

Sesi Evaluasi ditutup dengan tanya jawab. Ketua BPM FEB UI, Ivan Devara memberikan tiga pertanyaan yang salah satunya mengenai risiko investor pada BMT dan rencana BMT kedepannya. Amrial mengaku bahwa BMT memang sedang mengalami kesulitan namun telah melakukan diskusi dengan pakar-pakar terkait.

“Pada awal kami mendirikan BMT di tahun  ini, rencana strategis kami sudah cukup jelas untuk membawa BMT menjadi sebuah organisasi yang mandiri, nantinya juga akan terpisah dari IBEC FEB UI.” Tambah Amrial menutup sesi tanya jawab.

 

Kontributor : Monica Taufik

Editor : Citra Mufthi

LEAVE A REPLY