Parade UI dan 5 Tuntutan Mahasiswa

0
590
Masa Parade UI

Sejak pukul 12 siang mahasiswa UI pawai dari titik kumpul, halte Psikologi UI, menuju gedung rektorat dengan menggunakan baju hitam dan jaket almamater UI. Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2017 dirayakan melalui Parade keliling Kampus UI. Parade dilakukan dalam rangka menuntut SK Rektor UI. Dalam parade UI, mahasiswa UI mengajukan lima tuntutan kepada pihak universitas, diantaranya:

  1. Cabut SK Rektor UI Nomor 25 Tahun 2017 Tentang Biaya Pendidikan Mahasiswa Non S-1 Reguler.
  2. Wujudkan Biaya Profesi yang Adil bagi Seluruh Mahasiswa Profesi Keperawatan
  3. Wujudkan Transparansi dan Pelibatan Mahasiswa Dalam Setiap Pembuatan Kebijakan
  4. Hapuskan Sanksi Pengosongan IRS Terhadap Mahasiswa Telat Bayar
  5. Hapuskan Syarat Berkas Untuk Mengajukan BOPB Kelas 4

Pihak Rektorat UI akhirnya menerima lima perwakilan mahasiswa untuk berunding dengan pihak Rektorat UI. Mediasi yang dilakukan perwakilan nampaknya tidak menemukan titik terang bagi kedua belah pihak. Lima tuntutan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Rektor UI. Hal tersebut disampaikan langsung oleh ketua BEM UI, M. Syaeful Mujab selaku salah satu perwakilan mahasiswa UI yang menjadi mediator lima tuntutan tersebut.

Ditemui Tim Economica usai aksi Parade UI, Ketua BEM UI, M. Syaeful Mujab mengungkapkan dinamika mediasi yang dilakukan dengan pihak Rektorat UI terjadi dengan alot. “Pak rektor tadi memang berpegang teguh terhadap keputusan yang dibuatnya hingga akhir masa jabatan 2019. Untuk kasus BOPB dan BOPP, Pak Rektor menyampaikan kepada saya, “Ini, Anda minta saya menurunkan biayanya sama saja dengan minta saya mundur.” Pernyataan ini sangat ekstrem, sebagaimana Pak Rektor tetap mempertahankan keputusannya” terangnya. Mujab juga merasa bingung terhadap proses pembuatan kebijakan kenaikan biaya pendidikan mahasiswa non S-1 Reguler dan mahasiswa yang akan ambil jenjang profesi. Sebab, pengambilan keputusan akhir tidak melibatkan mahasiswa sama sekali. “Kami sangat bertanya-tanya kenapa Majelis Wali Amanat (sebagai unsur mahasiswa) tidak mengetahui fenomena kenaikan ini. Informasi kenaikan biaya UKT bagi Vokasi kami dapat ketika UI melakukan sosialisasi biaya pendidikan pada awal April lalu,” tambah Mujab. Akan ada gerakan selanjutnya untuk memastikan bahwa pihak mahasiswa dan rektorat menemukan titik sepakat. Dengan demikian pihak BEM UI dan mahasiswa akan membuat langkah konsolidasi lanjutan dengan kajian yang lebih mendalam untuk mediasi selanjutnya.

Baca juga: Alasan Rektorat Menolak Lima Tuntutan Mahasiswa UI

 

Kontributor: Aji Putera T

Editor: Silvia Adinda

LEAVE A REPLY