MIMBAR BEBAS : Menantang Calon Gubernur Ibu Kota Berdialog di UI

0
552
BEM UI menyuarakan aspirasi mengenai Pilgub DKI Jakarta 2017
BEM UI menyuarakan aspirasi mengenai Pilgub DKI Jakarta 2017

Kamis, 30 Maret 2017 tepatnya pukul 16.45, diadakan Undangan Terbuka Mahasiswa UI untuk Calon Gubernur DKI Jakarta berdialog di UI dalam bentuk mimbar bebas yang dilaksanakan di Pelataran Stasiun UI. 11 BEM Fakultas (BEM FMIPA UI, BEM FT UI, BEM FIB UI, BEM FK UI, BEM FIK UI, BEM FIA UI, BEM FKG UI, BEM FPSI UI, BEM FKM UI, BEM VOKASI, BEM FASILKOM UI) dan BEM UI bersepakat untuk mendeklarasikan tantangan “YUK DISKUSI” kepada kedua calon untuk datang ke UI untuk dapat berdialog bersama mengenai gagasan yang mereka bawa.

“Walaupun UI berada di Depok, sekitar 60% mahasiswa UI merupakan warga DKI Jakarta penting untuk di berikan edukasi politik mengenai pemilihan kepala daerah sehingga mengerti apa yang dibawa oleh para calon. Mimbar bebas ini ditujukan untuk meningkatkan awareness mahasiswa terhadap pilkada dengan mengundang kedua calon tersebut untuk berdialog di UI” Ujar Ketua BEM UI, Mujab mengenai perihal latar belakang diadakannya mimbar bebas tersebut.

Mimbar bebas diawali dengan aksi teatrikal sarkasme kampanye Calon Gubernur DKI Jakarta yang maju ke putaran kedua. Kubu nomor urut 2 dilambangkan dengan kostum ala Tionghoa dan kubu nomor urut 3 dilambangkan dengan kostum ala Muslim. Aksi teatrikal sarkasme ini bukan merupakan ajang untuk mengampanyekan kedua paslon, namun hal  ini diangkat karena isu sara yang meresahkan akhir-akhir ini berpotensi menjadi ancaman dalam proses pemilihan dimana ide dan gagasanlah yang seharusnya dijadikan sebagai indikator.

Aksi teatrikal yang berlangsung selama 10 menit dilanjutkan dengan orasi dari Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI dan perwakilan dari BEM FMIPA, BEM FIA, BEM FASILKOM, BEM FIB, BEM FKM, BEM FT, BEM FIK, BEM UI yang mengajak mahasiswa khususnya mahasiswa yang berasal dari DKI Jakarta untuk peduli terhadap Pilkada DKI Jakarta karena DKI Jakarta yang merupakan wilayah strategis sebagai pusat pemerintahan sehingga perhelatan politik pun memicu perhatian publik yang begitu besar apalagi dengan banyaknya isu-isu hoax dan SARA. Orator menantang kedua paslon untuk berdialog langsung mengenai isu-isu perkotaan terutama masalah hukum, kesehatan dan infrastruktur pada range 7 – 14 April 2017 sebagai bentuk pengawalan mahasiswa terhadap Pilkada DKI Jakarta.

“Mekanisme tahun ini, jika ingin mengatasnamakan BEM se-UI harus semua BEM ikut berpartisipasi, jika ada yang tidak berpartisipasi, harus dirinci satu persatu Tidak ikut sertanya beberapa BEM Fakultas bukan dikarenakan tidak setuju dengan substansinya tetapi dikarenakan tidak concern terhadap pengawalan pilkada Jakarta.” Jawab Ketua BEM UI tentang beberapa BEM yang tidak ikut berpartisipasi dalam mimbar bebas sehingga tidak mengatasnamakan BEM se-UI.

Dialog langsung antara dua paslon gubernur DKI Jakarta bukan merupakan ajang kampanye dan tidak akan ada unsur debat didalamnya karena tujuan utama dari dialog langsung tersebut adalah memberikan edukasi politik kepada mahasiswa sebagai pemilih pemula tercerdaskan mengenai pilkada tanpa terbawa isu-isu yang meresahkan.

 

Kontributor: Resti Fortuna M
Editor: Silvia Adinda dan Raka Respati

LEAVE A REPLY