Konsep: OPK Itu Kebutuhan Bukan Keterpaksaan

0
525
Pembacaan konsep OPK oleh calon Project Officer

Calon pengurus inti OPK tahun ini menginginkan mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan OPK atas dasar kebutuhan bukan keterpaksaan. Insipirasi tersebut mereka peroleh dari diskusi bersama panitia-panitia orientasi pengenalan di kampus lain seperti ITB dan UNPAD. Hendro Wicaksono, calon ketua OPK FEB UI, mengungkapkan “OPK itu hal yang wajib, tapi mahasiswa baru tidak tahu mengapa itu wajib. Kami ingin merubah paradigma itu. Jadi, mereka ikut karena mereka butuh.”.

 

Dalam proses bidding publik yang disaksikan oleh seluruh mahasiswa FEB UI, Hendro pun menjelaskan secara detail bagaimana cara mengukur rasa butuh mahasiswa baru. Menurutnya, survei dan CSI (Customer Satisfaction Index) yang akan diberikan setelah OPK selesai adalah cara yang tepat. Bahkan, dengan berani Hendro menetapkan parameter keberhasilan 75% mahasiswa baru mengikuti OPK karena butuh. Namun, parameter ini sempat dikhawatirkan oleh Ilman, Ketua Kanopi periode 2017, dengan alasan ada kemungkinan responden yang tidak jujur dalam mengisi survei. Menjawab potensi kemungkinan itu, para calon pengurus inti OPK berencana akan mengkaji lebih lanjut lagi.

 

Dalam metode memunculkan rasa butuh itu, Aulia Natasya, calon Vice Project Officer 1 OPK FEB UI 2017, mengungkapkan bahwa hal tersebut dapat dilakkan melalui branding. Aulia berencana melakukan publikasi dengan gencar seperti yang dilakukan oleh layaknya kepanitiaan di FEB UI. Konten untuk publikasi akan disesuaikan dengan hal-hal yang dapat meningkatkan rasa butuh mahasiswa baru terhadap OPK FEB UI, seperti tujuan OPK, keuntungan mengikuti rangkaian kegiatannya, hingga testimoni lembaga-lembaga di FEB UI. Tak lupa, konten pun akan menampilkan berbagai momen menyenangkan. Dengan begitu, minat mahasiswa baru mengikuti kegiatan OPK dapat meningkat.

 

Calon pengurus inti yakin bahwa cara ini mampu meningkatkan rasa butuh mahasiswa baru terhadap OPK FEB UI. Mereka pun berharap hal ini akan terus dilakukan sampai ke kegiatan OPK berikutnya sehingga paradigma negatif yang dimiliki mahasiswa baru mengenai ospek di Indonesia, khususnya di FEB UI, dapat dihilangkan.

Kontributor : Ilman Armansyah

Editor : Raka Respati dan Silvia Adinda Tarigan

LEAVE A REPLY