IMAMI UI Sukses Gelar Minang Culture Festival 2017

0
590
Minang Culture Festival

Minang Culture Festival (MCF), festival budaya tahunan yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Minang Universitas Indonesia kembali digelar. Seperti tahun sebelumnya, acara puncak MCF tahun ini di gelar di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Minggu, 2 April 2017 yang dimulai pada pukul 13.00 WIB. “Acara MCF IMAMI UI ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Minang dan inisiator pelestarian budaya lokal kepada masyarakat umum serta mempererat silaturahmi antar masyarakat (Minang) di perantauan” ujar Kevin Risto selaku Project Officer MCF IMAMI UI 2017.

Acara MCF 2017 diisi dengan Bazaar makanan, Pameran fotografi, dan acara utamanya yaitu Seni drama, tari, dan musik yang merupakan gubahan dari teater tradisional minang, Randai. Pameran fotografi sendiri diisi oleh fotografer kondang asal Sumatera Barat, Erison  J. Kambari dan para pemenang pre-event lomba fotografi. Seni drama tari dan musik yang diangkat pada tahun ini berjudul “Robohnya Rumah Gadang” dihadiri oleh para tokoh Minang seperti Fasli Jalal, Ketua DPRD kota Batusangkar, Wakil Walikota Kota Batusangkar dan Kepala Sub-direktorat kemahasiswaan UI, Bapak Arman Nefi.

Tarian Minang

 

Acara utama yang dibuka oleh Ketua Gebu Minang, Oesman Sapta Odang, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR-RI, dimulai dengan penampilan pertama dari Sanggar Pusako Sakti dan dilanjutkan dengan penampilan sendratasik oleh Mahasiswa IMAMI UI pada pukul 19.00 WIB. Sendratasik yang ditampilkan membawa cerita mengenai para generasi muda Minang yang telah lupa dengan adat dan budayanya sendiri. Pada akhir acara disebutkan, robohnya rumah gadang terjadi ketika seorang kemenakan yang tidak mendengarkan lagi perintah mamak-nya(paman), ketika seorang anak tidak mendengarkan perintah ibunya, ketika masyarakat tak mematuhi lagi perintah agama, ketika masyarakat hidup dalam iri hati dan dengki, dan ketika masyarakat telah lupa dengan adat dan budayanya sendiri. Naskah sendiri ditulis oleh mahasiswa minang UI, Violita Sinda Arinda. Kepada reporter Ia mengungkapkan kelegaannya setelah acara berakhir dan berharap melalui MCF ini generasi muda menjadi lebih peduli dengan budayanya sendiri.

Pameran Foto

Disela-sela keramaian, terlihat salah satu musisi kondang, Erwin Gutawa hadir bersama keluarganya. Menurutnya acara seperti ini harus di apresiasi sebagai bentuk pelestarian budaya nasional. Wildan Aliefaldi, salah satu pengunjung di akhir acara mengungkapkan “saya berharap MCF dapat menjadi pionir bagi masyarakat untuk melestarikan budaya dan dan meningkatkan kepedulian masyarakat kepada kekayaan budaya nasional” tuturnya. Lalu acara ditutup pukul 22.45 yang diakhiri dengan apresiasi untuk para performer.

 

 

LEAVE A REPLY