EIS secara Mufakat Memilih Resmi Menjadi BSO non Himpunan

0
100
Musyawarah EIS

Economics International Society (EIS) yang selama ini berdiri sebagai Unit Kegiatan Fakultas (UKF) merupakan wadah bagi aspirasi dan kesejahteraan mahasiswa program studi Kelas Khusus InternasionaI (KKI) di FEB UI. Pada hari Senin, 27 Februari 2017 EIS memutuskan nasibnya  dengan mengadakan referendum KKI. Referendum ini diadakan untuk memutuskan struktur organisasi EIS yang selama ini berstatus UKF untuk diganti menjadi Badan Semi Otonom (BSO) non himpunan atau himpunan.

Jika tidak terjadi tanda mufakat dalam Referendum, maka akan ditindaklanjuti dengan mengadakan pemungutan suara pada Kamis, 2 Maret 2017. Walaupun begitu, referendum yang dilaksanakan dengan dihadiri oleh mahasiswa program studi KKI dan juga perwakilan dari Badan Perwakilan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa, secara mufakat menyetujui untuk mengubah status EIS dari UKF menjadi BSO non himpunan. Keputusan untuk menjadi BSO non himpunan ini untuk melebarkan jangkauan EIS sebagai penghubung antara Sekretariat KKI dan mahasiswa KKI dalam program-program yang diusung oleh EIS.  Kesepakatan ini akan diikuti dengan masa uji coba dan akan berdampak pada tahun ajaran 2017/2018, adapun uji coba ini jika tidak memenuhi ketentuan, EIS akan dikembalikan statusnya menjadi UKF.

Pertimbangan terbesar mengapa EIS ingin mengubah statusnya dari UKF adalah pembiayaan yang terbatas untuk melaksanakan program-program yang diusungnya. Sistem pembiayaan UKF adalah melalui dana block grant yang diberikan oleh BEM, yang jumlahnya selama ini menyebabkan banyak pengurus EIS harus melakukan pembiayaan internal. Masalah yang timbul terhadap referendum KKI ini adalah ketidakjelasan posisi dan status EIS jika diganti sebagai himpunan. Karena mahasiswa yang sudah menjadi pengurus EIS tidak bisa mengikuti himpunan jurusannya baik sebagai staf maupun BPH. Kepanitiaan yang dikhususkan untuk anggota pasif himpunan-himpunan tersebut juga menjadi kekhawatiran apabila EIS dijadikan himpunan maka otomatis mahasiswa KKI akan menjadi anggota pasif EIS. Walaupun begitu, himpunan-himpunan mahasiswa lainnya sudah menyetujui untuk mengikutkan mahasiswa KKI apabila EIS dijadikan himpunan di dalam kepanitiaan mereka. Keterbatasan status EIS sebagai himpunan memang menjadi salah satu pertimbangan terbesar saat musyawarah untuk memutuskan EIS sebagai himpunan. Dengan tercapainya keputusan sebagai BSO non himpunan ini, EIS diharapkan bisa membantu lebih banyak kesejahteraan mahasiswanya, terutama isu mengenai fasilitas di KKI dan transfer ke luar negeri serta hubungan antara mahasiswa KKI dan alumni yang selama ini kurang menjadi perhatian karena keterbatasan EIS sebagai UKF.

Kontributor : Nabila Azzahra

Editor : Silvia Adinda dan Raka Respati

LEAVE A REPLY