Proyeksi Peran BEM UI 2017 dalam BEM SI Menurut Para Kandidat

0
588
Eksplorasi Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI di Fakultas Psikologi (Arum Puspita / economica.id)
Eksplorasi Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI di Fakultas Psikologi (Arum Puspita / economica.id)

Pada Senin, 21 November 2016, Calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2017 kembali menghadiri acara eksplorasi di Kantin Fakultas Psikologi UI. Acara yang diselenggarakan oleh tim Pemilihan Raya (Pemira) IKM UI 2016 tersebut bertujuan untuk memperkenalkan calon-calon punggawa BEM UI 2017 sekaligus visi dan misi yang mereka usung. Dalam momentum itu pula publik berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung pada para calon ketua dan wakil ketua dari lembaga eksekutif di Universitas Indonesia.

Eksplorasi kali ini menghadirkan dua orang panelis, yaitu Arya Adiansyah, yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua BEM UI 2016, dan Arrumbinang Adikismo, Ketua BEM Fakultas Psikologi UI 2016. Sama seperti eksplorasi yang dilakukan sebelumnya, para kandidat terlebih dahulu memaparkan visi dan misi yang menjadi landasan mereka dalam mengemban amanah setahun ke depan. Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan dari kedua panelis pada masing-masing calon.

Malam itu, Adi memberikan banyak pertanyaan kepada masing-masing pasangan, salah satunya mengenai alasan mereka untuk mengambil peran sebagai koordinator isu dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) atau tidak. Syaeful Mujab, Calon Ketua BEM UI nomor urut 2, mengatakan bahwa belum ada keputusan terkait dengan pengambilan peran dalam BEM SI.

“Kita masih mempertimbangkan positif negatifnya mengambil peran,” ujar Mujab.

Menurut Mujab, berdasarkan pengalamannya selama dua tahun di Kastrat, BEM UI tidak mengambil tanggung jawab apapun di BEM SI pada tahun 2015, meskipun sempat berhasil mempengaruhi arah gerakan BEM SI. Kemudian di tahun 2016, peran BEM UI dalam BEM SI tidak cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. BEM UI kurang optimal dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai koordinator isu. Sehingga ia lebih mempertimbangkan penyelesaian PR internal untuk membangun sistem dari BEM UI itu sendiri.

Berbeda dengan pasangan nomor urut 1, Calon Ketua BEM UI nomor urut 2, Fauzan Budi Prasetya, melihat BEM SI sebagai potensi yang besar untuk membuat gerakan bersama. Karena ia memiliki pengalaman baik dengan BEM SI ketika membuat gerakan menolak pameran World Tobacco Process and Machinery (WTPM). Namun, Fauzan juga sependapat dengan Mujab untuk mempertimbangkan pengambilan peran dalam BEM SI.

“Akan tetapi temen-temen, kita masih berdiskusi. Kenapa? Karena mereka tahu bahwa masalah di BEM UI dan masalah anak UI sendiri itu adalah masalah internal kampus kita. Kita akan (jadikan) bahan pertimbangan apakah kita akan mengambil atau nggak, kayak gitu. Karena kita perlu membenahi internal kampus kita sendiri,” jelasnya.

Kontributor: Arum Puspita
Editor: Muhammad Faathir

LEAVE A REPLY