Menjadi The Next Global Leader

0
199
Suasana Kuliah Umum dengan Pemateri Hemant Bhaksi dari Unilever (Rossi Rizki / economica.id)
Suasana Kuliah Umum dengan Pemateri Hemant Bhaksi dari Unilever (Rossi Rizki / economica.id)

To be a good leader is not about GPA, it is about they are as human being.” (Hemant Bhaksi)

Sesuai dengan salah satu visinya, yaitu “Membangun pemikiran, keahlian dan etika di bidang manajemen untuk memecahkan masalah nyata dunia bisnis”, Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia bekerja sama dengan PT. Unilever Indonesia Tbk. pada Kamis, 26 Mei 2016 mengadakan kuliah umum yang menghadirkan pembicara berkelas dunia. Hemant Bhaksi, Presiden Direktur (Presdir) PT. Unilever Indonesia Tbk. hadir untuk memberikan kuliah umum bertajuk “Inspiring Unileader”.

Dalam kuliah umum berdurasi kurang lebih dua jam ini, Hemant Bhaksi berbagi kiat untuk menjadi Global Leader yang handal kepada kurang lebih 500 peserta yang hadir. Peserta tidak hanya dari mahasiswa FEB UI saja namun juga kalangan umum dari berbagai usia dan institusi. Pria berkebangsaan India ini memberikan 4 hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Keempat hal tersebut adalah authenticity, responsibility, commitment, dan contribution. Hemant Bhaksi menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus menjadi dirinya sendiri dan memiliki ciri khas yang otentik. “You can’t be someone whom you are not,” tegasnya. Kedua, seorang pemimpin haruslah berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab penuh tanpa mencari alasan untuk membenarkan kesalahan yang telah dibuatnya. Yang ketiga, seorang pemimpin harus memiliki komitmen yang kuat, dia menekankan, “You do or  do not, there is no try”. Dia berpesan, tegaslah tentang pilihan yang akan anda ambil dan jangan mendasarkan pada niat hanya untuk coba-coba. Yang terakhir, seorang pemimpin haruslah memiliki kontribusi yang nyata. “You may not have a lot of experiences or seniority, but you still can have a big contribution to the company as you are,” tuturnya. Pria tinggi berkaca mata ini berpendapat bahwa seorang pemimpin harus mempercayai bawahannya, bahwa mereka bisa melakukan sesuatu lebih dari yang mereka bayangkan, walaupun mereka sendiri tidak mempercayai bahwa mereka bisa.

Muthia Pramesthi, selaku perwakilan dari pihak Departemen Manajemen FEB UI menambahkan bahwa acara ini diselenggarakan untuk membentuk pesertanya menjadi The Next Global Leader in the World.

Kuliah umum ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul di benak mahasiswa adalah apakah Indeks Prestasi (IP) mempengaruhi kesempatan untuk menjadi pemimpin yang potensial. Saat ditanya pertanyaan tersebut, Hemant Bhaksi menjawab, “To be a good leader is not about GPA, it is about they are as human being”.

 

Kontributor: Rossi Rizki Bestari
Editor: Muhammad Faathir

LEAVE A REPLY