Akses Keluar Kampus UI Menuju Jakarta Kini Satu Arah

0
237
Renovasi Jalan Universitas Indonesia (Mashita Pelangi / economica.id)
Renovasi Jalan Universitas Indonesia (Mashita Pelangi / economica.id)

Terhitung sejak Selasa, 12 April 2016 terdapat perubahan rute bis kuning di lingkungan kampus Universitas Indonesia (UI) Depok. Hal ini disebabkan oleh perbaikan ruas jalan Gerbatama-Mako Menwa (UI Wood). Perbaikan ini dilakukan karena makin bertambahnya insiden kecelakaan yang terjadi di area tersebut. “Daerah sebelumnya di depan Menwa juga tadinya rawan kecelakaan, tapi setelah di-cor kondisi bagus sekarang. Nah sekarang beralih ke depan Gerbatama soalnya banyak lubang-lubang,” ungkap Ruslan Nurdin, Pengganti Pimpinan Pengamanan Lingkungan Kampus (PLK) Universitas Indonesia.

 

Proyek yang rencananya akan selesai awal bulan Juni ini diinisiasi dari pihak Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas (DPPF) UI. Tujuannya untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan dan mengurangi angka kecelakaan. Selama proyek perbaikan berlangsung DPPF menggandeng PLK sebagai mitra untuk mengamankan lingkungan kampus UI, terutama di titik-titik rawan seperti depan Gerbatama dan Lingkaran Psikologi. Perbaikan ini membuat sejumlah jalan di kawasan UI ditutup sehingga harus diberlakukan akses satu arah keluar kampus UI menuju Jakarta melalui Fakultas Teknik – Hutan Kota – Asrama. Dalam tiga hari terakhir sudah terdapat dua kali perubahan rute bis kuning. Sebelumnya bis kuning dengan tanda biru akan langsung menuju asrama setelah melewati Fakultas Teknik, namun hal ini sangat mengganggu kegiatan sivitas academica UI yang merupakan pengguna jasa transportasi bis kuning. Maka dari itu, rute bis kuning diperbaharui kembali untuk meningkatkan kenyamanan para penggunanya. PLK bekerjasama dengan Humas UI untuk mensosialisasikan adanya proyek perbaikan jalan melalui media sosial dan spanduk pemberitahuan di bebagai lokasi. Hal ini agar tidak menyulitkan para sivitas academica dalam beraktivitas di dalam kawasan Universitas Indonesia.

 

Kontributor: Mashita Pelangi Firlana
Editor: Muhammad Faathir

LEAVE A REPLY