Sikap BEM Fasilkom UI Terhadap Gerakan UI Bersatu

0
231
Fakultas Ilmu Komputer UI (foto: Silvia Adinda / economica.id)
Fakultas Ilmu Komputer UI (foto: Silvia Adinda / economica.id)

Gerakan UI Bersatu adalah gerakan yang dibentuk sebagai bentuk penolakan Mahasiswa UI terhadap rencana kebijakan Universitas untuk menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal atau UKT dan sekaligus menaikkan batas atas dari UKT itu sendiri. Berbagai tindakan telah dilakukan oleh mereka untuk mengkritisi kebijakan Universitas, mulai dari berunjuk rasa di depan gedung rektorat, melakukan pembacaan surat cinta untuk rector dan sekaligus ikut mengawal proses advokasi antara perwakilan mahasiswa dan perwakilan rektorat dalam pembahasan isu UKT. Gerakan yang bertujuan untuk membangkitkan awareness dan kepedulian mahasiswa dan juga masyarakat terhadap isu UKT ini memang telah menjadi wadah utama bagi para mahasiswa yang peduli dan ingin ikut aktif dalam menghadapi isu UKT.

BEM FASILKOM sendiri melalui ketuanya, Muhammad Gibran menyatakan bahwa mereka akan mendukung gerakan UI Bersatu sesuai dengan kapasitasnya. Hal itu disampaikan Gibran ketika ditanyai tentang gerakan UI Bersatu melalui media social LINE. Selain itu, dua minggu yang lalu dalam sebuah diskusi public yang diadakan oleh BEM FASILKOM, Gibran pun menjelaskan sikap BEM FASILKOM terhadap gerakan UI Bersatu, “BEM Fasilkom tetap memutuskan untuk ikut gerakan UI Bersatu demi keberhasilan gerakan. Gerakan se-UI itu menghasilkan sesuatu. Contohnya adalah UI jadi benar-benar memikirkan mengenai kenaikan biaya kuliah ini, bahwa sebenarnya ternyata mahasiswa benar-benar ingin menolak kenaikan UKT.” Gibran juga menambahkan bahwa menurutnya tindakan yang dilakukan gerakan UI Bersatu sejauh ini sudah cukup efektif, dan tinggal dijaga saja konsistensi dari arah dan bentuk – bentuk gerakannya

Sementara itu, penjelasan mengenai kenapa hingga saat ini BEM FASILKOM tidak mengeluarkan pernyatan tertulis mengenai sikapnya terhadap isu UKT dijelaskan oleh Oddi Muhammad Ikbar sebagai ketua Kajian Strategis dari BEM FASILKOM dalam diskusi yang sama, ” UI bersatu melakukan aksi orasi dalam penolakan biaya kuliah. Ada juga aksi seperti postingan anak SMA yang menuntut biaya kuliah yang tidak mahal. Pernah ada pendapat mahasiswa setuju, dan menjadi senjata rektorat untuk menyerang balik mahasiswa. oleh karena itu yang menyebabkan BEM FASILKOM tidak mengeluarkan pernyataan sikap secara tertulis. “ Jelasnya. “ Kita memang punya hak perbedaan pendapat, namun jika berbeda, itu dapat dijadikan senjata oleh rektorat, sebuah titik lemah.” Lanjut Gibran.

Gibran juga pada kesempatan yang sama menegaskan, bahwa BEM FASILKOM hanya akan mendukung opsi 2 (UKT diterapkan dan batas atas UKT dinaikkan) jika syarat – syarat yang diajukan oleh mereka dipenuhi Rektorat. Ada 3 syarat yang mereka ajukan, Pertama, tidak ada DO karena biaya kuliah. Faktanya, memang tidak ada yang benar-benar keluar karena biaya kuliah, namun mereka mengambil cuti kuliah untuk mencari biaya kuliah, namun tidak benar-benar sanggup mengumpulkannya sehingga akhirnya terpaksa DO ketika jumlah maksimal cuti sudah diambil. Tata kelola keuangan UI tidak benar dan tidak transparan, dan kami adalah untuk menuntut perbaikan tata keuangan UI (misal transparansi).” Jelas Oddi lebih lanjut. Kedua, aktifnya Adkesma di setiap fakultas dalam memperjuangkan hak mahasiswa. Dan ketiga, agar ventura UI dimaksimalkan agar dikemudian hari tidak lagi tergantung pada mahasiswa.

 

sumber data: https://docs.google.com/document/d/1D5h47Ay79Ak7XI7tRqYr6n83rn61gkqj5GNX95Sr2xo/edit

Kontributor: Raka Respati Priyambodo

Editor: Muhammad Faathir

LEAVE A REPLY