Kisruh OLIM Basket FEB dan FK

0
309

Pertandingan semifinal basket putra pada ajang Olimpiade UI hari Rabu, 25 November lalu menyita perhatian warga UI. Pasalnya terjadi masalah pada pertandingan antara FEB UI dan FK UI. Pertandingan yang berlangsung indoor di gymnasium tersebut terpaksa dihentikan pada quarter keempat dengan alasan adanya force major.

Pada saat pertandingan berlangsung, hujan turun dengan derasnya dan terjadi kebocoran yang membuat beberapa bagian lapangan basah. Menurut penjelasan Reyhan Noor, ketua UKF Basket FEB UI, apabila merujuk ke Pasal 2B no 6 disebutkan bahwa jika terjadi gangguan teknis pada quarter ke-empat maka pertandingan akan dianggap selesai. Oleh karena itu wasit pun melakukan time out selama 15 menit, namun kemudian wasit kembali memerintahkan kedua team untuk bermain dan melanjutkan pertandingan.

Meski begitu pihak FK UI menolak untuk melanjutkan pertandingan karena merasa kondisi lapangan masih belum layak dan dapat membahayakan mereka. Sementara menurut pihak FEB UI, kondisi lapangan sudah layak dan memang sudah seperti itu sejak quarter pertama. Akhirnya pertandingan dihentikan dengan skor akhir di quarter empat adalah 31-29 untuk FK UI. “Kami menyayangkan panitia yang tidak kompeten dan terkesan saling melempar tangung jawab pada saat itu,” lanjut Reyhan dalam wawancara pada 26 November 2015.

Setelah itu, pada hari Kamis, 26 November 2015 pukul 20.15, diadakan forum untuk menyelesaikan perkara antara panitia Olimpiade UI dan Tim FEB UI. Ketua Umum BEM FEB UI, Fajar Muhammad Rhydo melalui pernyataan resmi BEM FEB UI menyatakan bahwa pada prinsipnya tim FEB UI menerima hasil akhir pertandingan, namun tim FEB UI tidak dapat menerima penjelasan dari panitia atas jawaban dari tuntutan yand diajukan FEB UI.

Berdasarkan pernyataan Fajar yang ditulis di account LINE pribadinya, Fajar menuliskan apa saja yang tidak dapat diterima oleh pihak FEB UI. Yang pertama adalah tentang penetapan force major sebagaimana tercantum dalam peraturan umum Olimpiade UI yang telah disetujui oleh seluruh fakultas. Kedua, bagaimana panitia mengantisipasi dan mengatasi kendala yang terjadi di lokasi pertandingan yaitu kebocoran pada venue gymnasium yang sudah dapat diduga sebelumnya. Dan yang ketiga, tindakan mendelegasikan dan mengambil tanggung jawab atas keputusan sehingga terjadi lempar tanggung jawab antara panitia dan wasit yang bertugas.

Pihak FEB merasa hal tersebut menunjukkan inkompetensi panitia yang turut merugikan serta menjatuhkan nama baik FEB UI. Oleh karena itu FEB UI mengajukan tuntutan lanjutan kepada panitia Olimpiade UI untuk datang langsung ke FEB UI dan menyampaikan permohonn maaf serta mengakui kesalahan dan inkompentensi panitia Olimpiade UI 2015 kepada mahasiswa FEB UI, pada hari Senin 30 November 2015 pukul 16.30. Sampai saat berita ini diturunkan, pihak OLIM UI masih belum bisa diwawancara terkait hal tersebut.

 

Penulis: Syahrina Mazaya

LEAVE A REPLY