Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas: Menyelamatkan Cadangan Devisa dan Kemakmuran Rakyat?

0
172

Pada hari Rabu, 4 November 2015 pukul 09.30 WIB, diadakan diskusi interaktif dengan Eddy Tampi, seorang praktisi Migas (Minyak Bumi dan Gas) yang juga merupakan Chairman dari PT Sele Raya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hulu Migas. Diskusi tersebut diselenggarakan di Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).

Eddy Tampi adalah seorang pakar Migas yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia eksplorasi dan produksi Migas, yaitu sejak tahun 1972. Acara ini mengangkat tema, “Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas: Menyelamatkan Cadangan Devisa dan Kemakmuran Rakyat?”.

Diskusi Interaktif oleh Eddy Tampi berlangsung selama satu setengah jam, dimulai dengan penjelasan Eddy Tampi tentang gambaran kondisi Migas Indonesia saat ini. Kebutuhan Migas yang sangat tinggi saat ini dikatakan melebihi produksinya sehingga mengakibatkan nilai impor yang tinggi. Beliau juga menjelaskan tentang kendala-kendala yang dihadapi industri Migas dalam meningkatkan produktivitasnya. Selanjutnya, diikuti dengan pemutaran video wawancara Eddy Tampi dengan Butet Kertaradjasa tentang prosedur produksi dan eksplorasi Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Menurut Eddy, pandangan masyarakat bahwa industri Migas yang telah menguras kekayaan alam Indonesia dan hanya menguntungkan investor swasta, lokal maupun asing itu salah. Kontribusi yang diberikan dan masuk ke pendapatan pemerintah juga cukup besar. Pendapatan itu nantinya dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Selain itu, beliau meyakini bahwa dengan pelonggaran regulasi pemerintah, seperti penundaan pajak dan penyederhanaan izin birokrasi, eksplorasi dan produksi Migas akan meningkat. Hal ini akan memajukan industri Migas sehingga dapat mencukupi kebutuhan Migas dalam negeri, serta meningkatkan nilai ekspor Migas Indonesia. Ekspor Indonesia yang meningkat akan menambah cadangan devisa serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Sesi terakhir dari diskusi interaktif tersebut adalah sesi tanya jawab. Di sesi tanya jawab, terlihat antusias mahasiswa FEB terhadap topik diskusi cukup besar. Diskusi interaktif tersebut diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Ekonomi dan merupakan bagian dari kuliah umum Mata Kuliah Perekonomian Indonesia. Diskusi ini dihadiri oleh sekitar 200 orang. Tujuan dari diadakannya diskusi ini adalah untuk menambah wawasan mahasiswa FEB UI tentang kondisi industri Migas saat ini dan isu-isu terbarunya di Indonesia.

 

Penulis: Tiara Amalia Puteri

LEAVE A REPLY