ISRS 2015 Grand National Seminar dan Peluncuran Jurnal

0
129

Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Eka Prasetya Universitas Indonesia baru saja menyelenggarakan acara terbesarnya, yakni Indonesia Student Research and Summit (ISRS) 2015 Grand National Seminar pada tanggal 8 Oktober 2015. Acara ini bertempat di Auditorium Soeria Atmadja Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan diawali dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya oleh seluruh peserta seminar. ISRS 2015 Grand National Seminar kali ini memiliki tema “The Blue Domino Effect: Enhancing Our Competitiveness towards Global Market”, membahas mengenai The Blue Economy Domino Effect.

Grand National Seminar

Seminar diawali dengan pemaparan oleh Achmad Poernomo, staf ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebagai pembukaan, Achmad memberikan penjelasan secara umum mengenai Blue Economy. Blue Economy merupakan sebuah sistem pengelolaan kelautan dan perikanan dengan cara yang efisien dan tidak merusak alam serta dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Melalui sistem ini, Indonesia diharapkan mampu bersaing di pasar dunia dengan potensi sumber daya alamnya yang sangat kuat, yaitu potensi lahan budi daya tambak seluas 1,2 juta hektar, budi daya laut seluas 8,4 juta hektar, dan budi daya tawar seluas 2,2 juta hektar. Oleh karena itu, visi utama dari Blue Economy ini ialah untuk mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, maju, kuat, dan berbasis kepentingan nasional.

Melalui penjelasan singkatnya, Achmad Poernomo memaparkan bahwa satu dari empat rakyat miskin di Indonesia bertempat tinggal di pesisir pantai. Hal ini yang menyebabkan prinsip Blue Economy cukup tepat untuk diterapkan di Indonesia. Selain itu, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dan sebagai poros maritim dunia dalam konteks perdagangan global juga merupakan potensi emas bagi Indonesia untuk mengembangkan pengelolaan kelautan dan perikanannya melalui prinsip Blue Economy.

Pada dasarnya, Blue Economy memiliki beberapa tujuan utama, yaitu peningkatan efisiensi sumber daya alam, peningkatan nilai tambah dan diversifikasi produk dengan prinsip: efisiensi SDA tanpa limbah, peningkatan pendapatan masyarakat, dan perluasan lapangan kerja. Selain itu, Blue Economy juga memiliki tiga pendekatan, yakni integrasi sistem produksi lintas core business, konektivitas bisnis, dan infrastruktur terintergrasi.

Demi menuju pengelolaan kelautan dan perikanan yang berdaulat untuk keberlanjutan dan kesejahteraan, Indonesia diharapkan mampu menciptakan produk perikanan prima yang berkualitas, tertelusur, berdaya saing, bernilai tambah dan aman konsumsi bagi masyarakat dan dapat bersaing di pasar global.

Peluncuran Jurnal

Di tengah seminar yang diadakan, KSM Eka Prasetya juga menyisipkan peluncuran jurnal yang baru mereka hasilkan dengan topik yang sama. Jurnal ini terdiri dari enam penelitian yang semuanya diselenggarakan oleh anggota aktif dari KSM Eka Prasetya. Penelitian diadakan di tempat yang sama, yaitu Desa Sarang Tiung di Kabupaten Kalimantan Selatan. Peserta penelitian dibagi ke dalam enam kelompok dan masing-masing meneliti mengenai topik masing-masing pada tanggal 18-29 Agustus 2015. Tema besar dari penelitian mereka adalah Ekonomi Kelautan – “The Maritime’s Domino Effect: Enhancing Our Competitiveness towards Global Markets”.

 

 

Penulis: Hilda Kurniawati dan Gorys Siborutorop

LEAVE A REPLY