Menelisik Underground Economy dari Beragam Perspektif bersama SERUNI

0
116

Pada Selasa, 22 September 2015, Departemen Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) FEB UI mengadakan acara talkshow untuk mengupas suatu fenomena secara mendalam dari berbagai perspektif. Acara yang bertajuk Sarasehan untuk Negeri (SERUNI) ini diselenggarakan di Auditorium FEB UI dan mengusung tema Illuminating the Shadow of Child Labor and Prostitution. Sesi 1 acara ini berfokus pada fenomena tenaga kerja di bawah umur (anak), dan sesi kedua membahas tentang prostitusi dalam 4 sudut pandang.

Pada sesi 2, acara dibuka dengan penampilan dari Teater FEB UI yang menampilkan sebuah drama berjudul Hasian. Menurut sang sutradara, Bintang Pradipta, teater yang ditampilkan bertujuan untuk memberikan eksposisi mengenai topik yang akan dibahas. Drama yang berlangsung selama 15 menit ini memberi gambaran yang netral terhadap audience mengenai prostitusi. Tidak ada unsur keberpihakan dalam drama ini karena mereka tidak ingin menjadi doktrin dini baik positif maupun negatif terhadap audience mengenai prostitusi.

Talkshow ini memaparkan beberapa sudut pandang dari masing-masing pmbicaranya. Di awali dengan pemaparan berdasar sudut pandang hukum dari Pramudya Oktavinanda, advokat dan ahli hukum bisnis dan hukum Islam. Lalu pemaparan berdasar sudut pandang akademis, Dr. Vinita Susanti, Dosen Kriminologi, FISIP UI. Kemudian dari sudut pandang pemerintahan dihadirkan Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Chaidir, M.Si. Terakhir, dari sudut pandang aktivis, SERUNI menghadirkan penulis buku “Jakarta Undercover” , Moammar Emka.

Secara garis besar, semua pembicara mempertahankan netralitasnya. Pramudya Oktavinanda menjelaskan melalui segi hukum mulai dari definisi, asumsi, aktor yang terlibat, dan regulasi prostitusi di Indonesia. Kemudian dilengkapi dengan pembahasan pro dan kontra dari segi akademis oleh Dr. Vinita Susanti. Sedang pemaparan mengenai keadaan nyata di lapangan dijelaskan oleh Chaidir seputar titik-titik rawan WTS di Jakarta, faktor penyebab munculnya tuna susila, dan juga permasalahan yang timbul di lapangan. Terakhir, Moammar Emka menutup sesi seminar dengan pemaparan mengenai klasifikasi rumah bordil di Indonesia dan mekanisme transaksi yang terjadi.

Menurut penuturan Project Officer SERUNI, Ivan Devara, SERUNI hadir dengan tema besar Underground Economy, yaitu kegiatan ekonomi baik legal maupun ilegal yang tidak dilaporkan kepada pemerintah dan mengabaikan koridor hukum yang berlaku. SERUNI ingin mengangkat tema yang ekonomi namun mengandung unsur sosial.

Karena itu dipilihlah 2 subtema yaitu Child Labor dan Prostitution. Tujuan dari acara ini pun cukup menarik, yaitu SERUNI berusaha membawa audience ke dalam perspektif baru mengenai tenaga kerja anak dan prostitusi. Tidak selamanya underground economy selalu identik dengan hal negatif. Ivan berharap nantinya masyarakat memiliki pandangan yang lebih luas mengenai kedua subtema tersebut.

“Jadi di SERUNI itu kita mau menampilkan fakta bahwa ada lho hal-hal lain dari child labor dan prostitusi. Hal-hal ini juga ada lho yang positif” tutur Ivan Devara.

 

Penulis: Rossi Rizki

LEAVE A REPLY