Tiga Fokus Pembangunan Desa Ramea Dalam “Menyapa Indonesia”

0
119

Dalam acara Press Briefing Menyapa Indonesia pada hari Selasa, 18 Agustus 2015 yang berlokasi di Kopitiam Tan SCBD, penerima beasiswa LPDP telah membuktikan langkah nyata kontribusi untuk Indonesia. Mereka telah melakukan kegiatan pembangunan Desa Ramea yang terletak di Provinsi Banten. Perwakilan dari masing-masing PK-38, PK-39, dan PK-40 menjelaskan mengenai program yang berfokus pada proyek kesehatan, pendidikan, dan sosial-ekonomi yang saling melengkapi satu sama lain.

Dimulai dari penjelasan oleh Pak Putra selaku perwakilan PK-38 atau dikenal dengan Banu Bangsa yang berfokus pada Proyek kesehatan dengan program Generasi Sehat Ramea. Desa Ramea hanya memiliki MCK umum di dua kampung, padahal terdapat tujuh kampung di sana, serta hanya 7% dari 140 kepala keluarga yang memliki MCK pribadi. PK-38 lalu membuat program untuk pembangunan MCK umum layak pakai dan mudah untuk diakses. Pembangunan saluran mandi dan MCK akan dibuat pada 2 titik yaitu berlokasi di dekat sekolah dan di dalam mushola. Pembangunan MCK umum sudah mulai dilakukan serta ditargetkan akan selesai sebelum akhir tahun 2015.

Tidak hanya itu, edukasi pada warga Desa Ramea mengenai pola hidup sehat juga turut dilakukan. Salah satu caranya dengan pengadaan pembelajaran mengenai cuci tangan yang kemudian dilombakan antar anak-anak di Desa Ramea tersebut. Perlombaan berlangsung ramai dan meriah serta dapat menarik warga sekitar untuk dapat mengikuti dan membiasakan cuci tangan untuk kesehatan.

Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari Pak Puja dari PK-39 atau Gema Mahadika yang berfokus pada proyek pendidikan. Desa Ramea sendiri hanya memiliki Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebagai tempat untuk mengenyam pendidikan formal. Sementara untuk pendidikan Sekolah Menengah, lokasinya terdapat di kota dengan jarak lumayan jauh dari desa sehingga untuk menuju ke sana dibutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, PK-39 atau lebih dikenal dengan Gema Mahadika mengembangkan fasilitas pendidikan nonformal dengan pembangunan perpustakaan bagi anak-anak di Desa Ramea. Perpustakaan tersebut dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan buku yang baik serta nantinya akan ada kerja sama dengan Departemen Ilmu Perpustakaan UI untuk pelatihan pengelolaan Rumah Baca.

Penjelasan ditutup oleh Pak Arsya dari PK-40 yang berfokus pada proyek Sosial Ekonomi. Pada proyek ini, fokus dari pengembangan dilakukan di Kampung Turalak karena telah adanya relasi petani di sana. Mereka memfokuskan program pada 3 tahap. Pertama, pada tahap hulu, program akan difokuskan pada pembuatan bank bibit, dimana akan ditanam 2500 bibit pohon albasia yang nantinya akan ditanam di setiap rumah warga.

Kemudian, program juga akan difokuskan kepada pembuatan alat pengering bertenaga surya dan juga pengolahan komoditas. Tahap selanjutnya dalam bidang sosial-ekonomi ini yaitu tahap manajemen, dimana program akan difokuskan pada pengembangan organisasi wanita Desa Ramea dalam melakukan pengolahan kulit melinjo dan juga pengembangan manajemen paguyuban tani.

Tahap yang terakhir yaitu tahap hilir, dimana program akan difokuskan terhadap pemberian informasi tentang teknik dan koneksi pemasaran produk, hingga penyediaan kendaraan logistik, untuk memudahkan distribusi dan akses ke pasar. Namun, salah satu hambatan dari pengembangan panen ini adalah masalah transportasi di mana kendaraan yang dibutuhkan harus bisa menempuh medan yang juga cukup sulit untuk dijangkau sehingga dibutuhkan biaya cukup besar.

Dengan adanya program Menyapa Indonesia ini menjadikan bukti bahwa penerima beasiswa LPDP tidak hanya memberikan usul-usul untuk membangun Indonesia namun juga langkah nyata dalam memberikan kontribusi demi Indonesia yang lebih baik. Tidak hanya berhenti di sini saja, namun mereka juga akan terus membantu dan memantau perkembangan Desa Ramea hingga akhirnya seluruh program bisa dijalankan sendiri oleh warga desa tersebut.

 

Penulis: Nur Annisa Praditia

LEAVE A REPLY