Robin Lim : Bidan adalah Penggenggam Kedamaian dalam Tangan Lembut mereka

0
132

Menjadi seorang bidanbukan lah hal yang mudah. Tak hanya membantu persalinan sang Ibu, mereka juga hadir sebagai mitra bagi Ibu dari masa mengandung hingga pasca persalinan. The silent hero, begitulah orang-orang menyebut para bidan. Tidak banyak wadah bidah yang memberikan perhatian kepada keluarga kurang mampu, salah satunya Yayasan Bumi Sehat yang terletak di Bali.

Yayasan Bumi Sehat yang berfokus pada keluarga mampu untuk melakukan persalinan secara gratis  telah didirikan sejak 22 tahun lalu. Robin Lim, Pendiri dan Ketua Yayasan Bumi Sehat, menceritakan tujuan awal pendirian yayasan ini untuk memenuhi kebutuhan ibu-ibu di Bali dalam pelayanan kesehatan Ibu Anak yang aman, baik, dan sesuai dengan kebudayaan.

“Bumi Sehat adalah model bidan pelayan kesehatan Ibu Anak yang profesional, risiko rendah, tetapi tetap terasa seperti rumah dengan lingkungan dan bidan yang melayani dengan hangat dan penuh kasih sayang,”tutur wanita berdarah Amerika-Filiphina ini melalui surat kabar elektonik kepada Tim Economica, Rabu ( 26/06/2014).

Kegiatan Yayasan Bumi Sehat meliputi penanganan kesehatan keluarga dan klini bersalin 24 jam, perawatan dan pendidikan masyarakat yang telah menyesuaikan dengan budaya, pelayanan desa dengan Bumi Youth Center, respon awal, bantuan dan pemulihan; transportasi ambulance darurat gratis, program kesehatan lansia hingga pendidikan pertanian organik bagi pemuda.

Bahkan pasien Yayasan Bumi Sehat tidak hanya berasal dari kawasan Bali, namun juga dari daerah lain, seperti Aceh.

Robin mengaku selama ini tidak ada kesulitan yang berarti dalam mengelola Yayasan Bumi Sehat. “Semua proyek pasti menghadapi tantangan, tapi kami melewatinya sebagai keluarga.Keberadaan pemerintah juga cukup mendukung, kami bertanggung jawab penuh terhadap pelaporan kinerja dan bekerja secara harmonis dengan mereka”, ujar peraih 2011 Hero of the Year dari televise international CNN ini.

 “Selain itu, Indonesia memiliki peraturan yang kuat dalam mendukung ASI Eksklusif saat melahirkan hingga umur enam bulan. Jika tidak (pemberlakuan peraturan itu), susu bermerk akan marak dan menggantikan peran ASI Eksklusif. Dampak yang paling bahaya ialah bayi yang mengonsumsi susu bermerk akan meninggal di tahun pertama hidupnya”, ujar Robin. Dia mengkritik banyak susu bermerk yang diterima oleh rumah sakit dan bidan dengan iming-iming hadiah mewah sebagai timbal balik dalam usaha mempromosikan susu formula.

 “Dulu, orang-orang menganggap kebidanan adalah profesi kotor. Sekarang, kebanyakan orang sudah memahami betapa sucinya profesi ini. Mendapatkan panggilan menjadi seorang bidan, perawat atau guru. Cinta kepada sesame tidak bisa diajarkan dengan kata-kata, melainkan dengan tindakan. Saya selalu berpikir merekalah penggenggam kedamaian dalam tangan lembut mereka”, tutur penulis novel Butterfly People, kumpulan cerita pengalamannya dalam dunia persalinan, ini. Hingga kini, sekolah kebidanan di seluruh indonesia masih memintanya untuk menjadi pembica dan pelatih.

Sebelumnya, Robin Lim mendapatkan penghargaan dari Televisi International CNN sebagai Hero of the 2011 Year atas dedikasinya memajukan kebidanan di Indonesia. “Dukungan dari media seperti CNN ini memberikan kekuatan untuk terus menaruh perhatian kepada semua bidan, dokter, perawat, orang tua, kakek-nenek, keluarga tanpa terkecuali, untuk menciptakan perdamaian bersama-sama’”tutup ibu dari delapan anak ini.


Penulis                   : Usadhi dan Jennifer

Editor                    : Luqman Hakim

LEAVE A REPLY