Menjadi Mahasiswa Berprestasi 1 Nasional tahun 2014 ala Andhika Putra Sudarman

0
356

Menjadi mahasiswa berprestasi merupakan impian dari seluruh mahasiswa di Indonesia, namun untuk meraihnya tidak mudah bagi sebagian orang. Mahasiswa berprestasi adalah sosok pribadi yang berani melampaui kemampuan yang dipikirkan, selalu konsisten membangun kualitas diri, dan tidak pernah menyerah dalam proses untuk terus maju.

Pada tanggal 12 Juli kemarin Universitas Indonesia kembali bangga pada salah satu didikannya, Andhika Putra Sudarman berhasil meraih gelar Mahasiswa Berprestasi Utama Nasional setelah tahun lalu prestasi UI hanya terhenti di peringkat dua di ajang yang sama. Tentunya gelar yang diraih oleh Mahasiswa Berprestasi Utama dari UI sekaligus mahasiswa Fakultas Hukum UI angkatan 2011 ini menunjukkan bahwa memiliki segudang prestasi dan komitmen mengejar tujuan.

Selain memiliki prestasi yang berlimpah, mahasiswa yang lahir pada tanggal 20 Oktober 1993, di Tanjung Pinang ini juga dikenal mempunyai pribadi yang menyenangkan, rendah hati dan ramah pada orang lain. Dalam satu kesempatan, Andhika bersedia membagi pengalamannya dan kiat suksesnya  kepada tim Economica, Kamis (17/07/2014).

Pertama bagaimana perasaan kamu memenangkan seleksi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2014?

Kesan yang pertama sih bebas dari beban. Sebenernya aku merasa banyak banget mungkin yang tidak mengharapkan aku menang, tapi kalau tidak menang sekalipun tetap saja tidak enak. Makanya memenangkan seleksi ini rasanya terbebas dari beban.

Apa alasan yang mendasari Anda untuk mengikuti seleksi Mahasiswa Berprestasi 2014 ini melihat proses seleksi ini memiliki proses yang cukup panjang?

Awalnya sih ikut seleksi ini iseng saja. Tapi setelah berjalannya waktu, ternyata seleksi ini memakan waktu yang memang panjang, dari seleksi ditingkat fakultas, universitas, regional sampai nasional, dan untuk memenangkan seleksi ini membutuhkan komitmen yang luar biasa. Dari sini, baru aku mulai cari alasan kenapa aku ingin memenangkan seleksi ini. Dan alasan utama yang aku temukan yaitu aku ingin menjadi walikota Tanjung Pinang, propinsi Kepulauan Riau. Dengan memenangkan seleksi ini, aku berharap dapat membuka jalan aku untuk menjadi walikota Tanjung Pinang. Aku bisa satu langkah lebih dekat dengan cita-citaku. Selain itu juga kan bisa juga membuka aku ke banyak kesempatan-kesempatan bagus lainnya. Satu hal lagi, tujuan aku memenangkan seleksi ini adalah aku ingin menulis buku. Buku yang ingin aku tulis berisi tips dan trik agar bisa masuk ke Universitas Indonesia dan terpilih menjadi mahasiswa berprestasi.

Apa perbedaan seleksi Mahasiswa Berprestasi dari tingkat fakultas, universitas, regional, sampai nasional?

Secara umum teknisnya sama semua. Mungkin yang berbeda adalah durasi dari setiap tes-tes yang dilakukan. Dapat dibilang teknisnya sama persis.

Topik apa yang kamu bawa dalam makalah untuk seleksi ini?

Topik yang aku bawa dalam makalah ini adalah pengurangan penggunaan kantung plastik. Saran yang saya berikan dalam makalah ini adalah untuk mengenakan biaya penggunakan plastik di supermarket-supermarket. Kamu sadar tidak kalau misalnya kita beli barang sedikit saja, walaupun kita sudah membawa tas, tetap saja diberikan kantung plastik? Dan kita tetap saja menerimanya walaupun sebenarnya kita tidak membutuhkan. Yang aku lihat ini disebabkan karena kantung plastik tersebut diberikan secara gratis. Karena gratis ini, makanya pembeli suka menggunakan kantung plastik ini secara berlebihan. Maka dari itu, dengan adanya pengenaan biaya diharapkan dapat mengurangi penggunaan kantung plastik.

Apa saja prestasi-prestasi yang kamu raih sebelum ini?

Aku dulu sebelum seleksi ini, dalam satu minggu setidaknya satu kali mengikuti lomba, seminar, atau workshop. Baik akademis maupun non-akademis, dari taekwondo, karya tulis, debat, dan MUN, minimal satu kali seminggu. Seleksi Mahasiswa Berprestasi tahun ini dan sebelumnya berbeda. Dulu, tidak ada batas berapa lomba, seminar, atau workshop yang dapat kita masukan kedalam CV. Jadi semakin banyak kegiatan yang kita tulis di CV semakin tinggi poin yang kita dapat. Maka dari itu aku mengikuti banyak kegiatan sebelumnya. Namun, untuk tahun ini hanya dapat memasukan sepuluh kegiatan yang paling baik.

Apa saja yang kamu dapat dari seleksi Mahasiswa Berprestasi ini?

Self-development sama nilai-nilai dalam hidup banyak banget yang aku dapat. Self-development misalnya dari sisi teknis penulisan makalah. Banyak sekali teknis penulisan makalah yang baik dan benar yang aku dapat dari proses seleksi ini. Kalau dari nilai dalam hidup, yang aku dapatkan dalam proses ini adalah pada akhirnya kamu hanya bisa bergantung pada diri kamu sendiri. Ketika kamu meminta tolong pada orang lain belum tentu mereka bisa mengerjakan pekerjaan tersebut sebaik yang dapat kamu kerjakan, karena mereka tidak seniat kamu.

Bagaimana kamu menyeimbangkan prestasi akademis dan non-akademis?

Kamu tahu segitiga yang berisi kehidupan sosial, nilai akademis, dan tidur? Jadi aku untuk mendapatkan prestasi non-akademis, aku harus mengurangi kehidupan sosial, nilai akademis dan tidur. Prestasi non-akademis diluar ketiga hal tersebut, jadi untuk menyeimbangkan semua itu, aku harus mengurangi tiga hal tersebut untuk meningkatkan prestasi non-akademis.

Apa rencana kamu kedepan?

Selain menulis buku, rencana paling dekat adalah aku akan magang satu setengah bulan di Singapura pada tanggal 25 Juli. Setelah magang di Singapura, aku akan ke Jepang untuk melakukan pertukaran pelajaran selama satu tahun. Jadi aku mungkin akan lulus dari Universitas Indonesia sekitar satu setengah tahun lagi.

Bagaimana tips dan trik untuk mahasiswa lain yang ingin mengikuti seleksi Mahasiwa Berprestasi?

CV adalah yang paling utama. Ini harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari sebelum seleksi. CV ini harus berisi lomba atau seminar yang top, tidak hanya yang tingkat nasional saja namun juga yang tingkat internasional. Bahasa inggris juga pasti ya, harus memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik. Sama makalah juga mempengaruhi. Makalah yang ditulis harus memiliki relevansi dengan bidang studi yang dipelajari dan juga harus populis. Itu sih yang standar. Namun menurut aku satu hal yang paling penting adalah kamu harus memiliki satu hal yang berbeda dengan peserta lainnya. Kamu harus memiliki keunikan tersendiri.

Penulis                 : Fikri Muhammad

Editor                   : Luqman Hakim

LEAVE A REPLY