Menghitung Lagi  

0
166

“156, 157,158,159,160”

Lalu mulut terkatup rapat

Kebiasaan menghitung telah memekat

Cukup, sarapannya cukup

Satu gelas susu dan 160 butir sereal

Tidak lebih, boleh kurang

 

Apa yang kau sebut pertempuran ?

Ya ini, dengan diri saya sendiri.

Entah berapa timbangan telah saya beli dan saat saya tidur, Ibu sembunyikan

Entah berapa kali saya menghadap kaca  melihat badan saya yang menderita;

sendi-sendi berteriak, sirna rasa refleks

kulit menempel pada tulang, rindu kehadiran daging

rahim abaikan kontraksi, bulan tak datang lagi

 

Tetapi ini tidak berhenti

akal didera halusinasi, terdisorientasi dari syaraf tubuh ini

Terkadang, ada rasa selebrasi dalam setiap suapan telusuri kerongkongan

Biarpun kontrasnya setiap suapan tersebut layaknya pil euthanasia yang membunuh dalam setiap kalori yang terkandung didalamnya

Oleh sebab itu saya menghitung

Kalau saja saya bisa menghitung setiap butir nasi yang saya kunyah, saya akan menghitung dan saya tidak bergurau akan hal ini

 

Terjaga, kebiasaan ini tidak bisa dilanjutkan

Terjaga pula, keinginan kurus dibui angan

 

“Mengapa kau begitu egois ?”

“Aku tidak tahu, kalau begitu mengapa kau begitu gemuk ?”

“Mengapa kau terus mengusikku dengan pertanyaan itu hah ?!”

Saya terkekeh miris atas pembicaraan dengan diri saya

Ah, kontrasnya dua sisi paradigma tolol yang berkecamuk dalam asa

 

Saya ingin sembuh

Saya tidak pernah bermaksud membuat teman saya yang lebih berisi dari saya patah hati dengan kalimat  : Aduh, gue gendut banget

Jujur  sobat, saya tidak pernah bermaksud membuat kalian tersinggung

Kalimat tersebut meluncur diluar kuasa, saya harap kalian mengerti

 

Saya hanya butuh dukungan, bukan caci maki atau perbincangan di balik layar

Kalian tak bisa terima, kalian putar balik punggung

Afeksi orang-orang tersayang larut, berimbas sendu jiwa

Hingga terkadang saya bertanya-tanya masih perlukah nyawa

 

 

 

Penulis : Jennifer Yolanda Simangunsong Staff Divisi Penerbitan BO ECONOMICA FE UI 2014

 

SHARE
Previous articleIbu, Kenapa Aku Dibuang?
Next articleOpsi
BOECONOMICA
Gedung Student Center Lt. 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok, 16424 Jawa Barat - Indonesia

LEAVE A REPLY