Lagi, UI Bawa Pulang Penghargaan pada Ajang AMUNC

0
201

Ajang Asia Pacific Model United Nations Conference (AMUNC) yang dihelat 29 Juni sampai 4 Juli 2015 di Perth, Australia kembali membawa kabar gembira bagi civitas akademika Universitas Indonesia. Pasalnya, dari tujuh delegasi yang dikirim, UI berhasil membawa pulang empat penghargaan. Tujuh delegasi UI yang dikirim tersebut adalah Adry Gracio (FEB 2013), Adeline Tiffanie Suwana (FEB 2013), Anyssa Rizka (FISIP 2014), Lestari Cinta Zanidya (FT 2014), Muhammad Ali Riza (FT 2011), Sherley Mega Sandiori (FH 2013), dan Syarifah Nadhira Anggitasari (FEB 2013)

Empat penghargaan yang berhasil diraih di antaranya adalah: Best Diplomacy Award dalam United Nations Development Programme (Adry Gracio) dan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (Sherley Mega Sandiori) serta Honorable Mention dalam Special Political and Decolonization Committe (Anyssa Rizka) dan League of Arab States (Muhammad Ali Riza).

Untuk menghadapi ajang simulasi sidang PBB terbesar di Asia Pasifik ini, para delegasi telah melalui berbagai tahapan seleksi dan training yang ketat. Mulai dari seleksi CV, tes simulasi, dan wawancara harus diikuti calon delegasi dengan ratusan pendaftar lainnya sebelum akhirnya menjadi perwakilan Universitas Indonesia. Training bersama delegasi UI untuk AMUNC tahun sebelumnya dilakukan setiap minggu selama delapan bulan. Tidak hanya skill pidato dan negosiasi yang diasah, kemampuan riset dan drafting pun juga dikembangkan disini. Pelatihan yang diberikan semakin intensif dengan personal training sejak bulan April lalu, bersamaan dengan pengumuman penetapan negara serta committee oleh pihak AMUNC.

Dalam AMUNC tahun ini, tim UI berkesempatan menjadi wakil negara Iraq dalam tujuh komite PBB, antara lain World Health Organization (WHO), Disarmament and International Committee (DISEC), Special Political and Decolonization Committe (SPECPOL), Social, Humanitarian, and Cultural (SOCHUM), League of Arab States (LAS), United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), dan United Nations Development Programme (UNDP).

Tidak hanya mengirim delegasi, UI juga ikut berpartisipasi sebagai director dalam ajang yang sama. Lima mahasiswa yang didaulat sebagai director antara lain Chandra (FH 2012) untuk International Court of Justice, Hilya Nisrina (FEB 2012) untuk Crisis Council, SPECPOL oleh Kevin Emeraldi (FT 2011), Safira Pusparani (FISIP 2013) dalam UNDP, dan LAS oleh Safira Ramadhani (FISIP 2012). Untuk terpilih menjadi director, serangkaian seleksi ketat juga harus dilewati mulai dari seleksi CV, tes wawasan isu internasional, serta wawancara. Sebagai director, mereka bertanggung jawab menjadi moderator serta mempersiapkan topik dalam bahasan diskusi.

 

Penulis: Salma Amelia Dina

LEAVE A REPLY