Sesi Terakhir: Social Act 2015 Lulus Bersyarat

0
145

Sabtu, 9 Mei 2015, Muhammad Nur Rokhim dan tim Sosact 2015 masih terjaga meski bidding telah berlangsung selama 20-an jam di Aula Student Center FEB UI. Memasuki jam ke-25, sekitar pukul 3 sore lewat, sesi anggaran dimulai. Dalam sesi ini, bidders tidak hanya menanyakan anggaran pengeluaran, melainkan juga anggaran penerimaan.

Untuk anggaran penerimaan, Rokhim, menyampaikan bahwa penerimaan mereka akan berasal dari dekanat dan sponsor. Tetapi estimasi yang lebih tepatnya belum diketahui. “Kami tidak menanyakan anggaran ke Pak Pribadi karena pada saat itu belum menang bidding dan merasa itu tidak etis,” katanya. Menanggapi hal tersebut, Rifqi Alfian, ketua BPM FEB UI, menyarankan Tim Sosact 2015 untuk tetap bertanya pada pihak dekanat karena biaya organisasi kemahasiswaan memang telah dianggarkan.

Dari segi pengeluaran, M. Rudi Kurniawan dari pihak publik mempertanyakan pertimbangan mereka yang menganggarkan batu bata seharga Rp1.700/unit. Harga ini naik 3 kali lipat dari yang sebenarnya. Rokhim berargumen bahwa kuantitas batu bata yang besar dikarenakan oleh kegunaannya untuk acara fisik. Lebih lanjut lagi, calon Project Officer ini mengaku belum bertanya lebih dalam pada Koordinator Acara Fisik tentang alasan pencantuman harga tersebut.

Setelah berlangsung selama 28 jam, bidding Social Act 2015 akhirnya selesai pada pukul 18.00. Tim Social Act 2015 dinyatakan lulus bersyarat dengan total nilai 70,81. Ada 4 syarat yang diajukan, yaitu estimasi pemasukan dan perbaikan anggaran, pemantapan visi misi (mengenai tolak ukur keberhasilan), perbaiki struktur kepanitiaan, dan restrukturisasi mata acara non fisik. Jadi, mereka dinyatakan lulus namun harus melaksanakan 4 syarat tersebut maksimal 2 minggu.

 

Penulis: Lestary Jakara Barany

LEAVE A REPLY