Mayat Ditemukan di Gardu Listrik Lenteng Agung

0
86

Penemuan sesosok mayat terikat di sebuah gardu listrik di pinggir Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sempat membuat geger warga sekitar. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu pagi, 2 Mei 2015, tersebut sempat membuat arus kendaraan dari arah Universitas Indonesia menuju Lenteng Agung mengalami kemacetan. Hal ini dikarenakan banyak warga sekitar yang ingin melihat langsung lokasi penemuan mayat tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi mata, mayat pria berusia empat puluh tahunan tersebut ditemukan dalam kondisi leher terikat. Mayat tersebut tergantung di sebuah rangka besi yang memagari sebuah gardu listrik di tepi rel kereta api. Diperkirakan pria tersebut melakukan aksi bunuh diri. Namun, ada isu yang beredar di antara warga kalau pria tersebut adalah korban pembunuhan. Sebab, ketika ditemukan, mayat berada dalam kondisi hidung dan mulut mengeluarkan darah.

Ibu Dewi, seorang petugas kebersihan yang kebetulan berada di area lokasi kejadian menuturkan bahwa mayat pria tersebut ditemukan sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat. Menurutnya, penemuan mayat yang baru tertangkap kamera pada jam tersebut wajar terjadi sebab jalanan di sana cukup sepi di pagi hari ketika hari Sabtu. Mayat yang belum diketahui identitasnya tersebut kemudian diangkut oleh ambulan sekitar pukul 11.00. Masih belum jelas apakah ini merupakan aksi bunuh diri atau pembunuhan masih belum jelas.

Diperkirakan mayat itu berkisar umur 30 hingga 40 tahun. Mayat ditemukan dengan baju gelap dan celana panjang coklat memakai sabuk berwarna hitam serta bersepatu. Ciri fisiknya adalah rambut tipis, warna kulit coklat sawo matang, dan tinggi badan sekitar 165 cm.

Penemuan mayat di gardu listrik ini adalah kejadian pertama di lingkungan tersebut. “Kalau di sini, penemuan mayat sih biasanya korban ketabrak kereta, mas.” Ujar Ari, seorang petugas kebersihan juga di area tersebut. Namun, mereka meyakini bahwa mayat tersebut bukanlah warga di lingkungan tersebut karena sampai saat itu belum ada laporan tentang warga yang hilang atau kerabat yang mengenali korban. Identifikasi lebih lanjut masih dilakukan oleh kepolisian demi mengusut kasus ini.

 

 

Penulis: Devianto dan Izzudin Farras

LEAVE A REPLY