Ketegasan Calon PO dan Isu Tukar Posisi

0
158

Selama sesi 2 bidding Social Act 2015 berlangsung, ada satu hal yang sempat menarik perhatian para bidder. Hal yang menarik perhatian bidder maupun penonton secara keseluruhan tersebut adalah ketegasan calon Project Officer (PO) yang terlihat di bawah calon Vice Project Officer (VPO). Hal ini memancing pertanyaan-pertanyaan tentang ketegasan PO dan VPO semakin luas. Puncaknya ketika Fajar, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (BEM FEB UI), menyarankan calon VPO bertukar posisi dengan calon PO.

Ani Utami, calon VPO Social Act 2015 menyatakan alasannya untuk tidak bertukar posisi dengan Rokhim, calon PO Social Act 2015. Ani mengatakan bahwa dia menghormati PO sebagai seseorang yang memiliki niat awal untuk menjadi PO Social Act 2015. Disamping itu, Rokhim juga telah menunjukkan bukti dari proses belajarnya untuk menjadi lebih tegas dan inisiatif. Meski begitu, jawaban tersebut nampaknya belum cukup untuk meyakinkan para bidder. Pertanyaan lain pun masih tetap bermunculan terkait hal ini.

Setelah itu, bidder meminta Rokhim dan Ani untuk melakukan simulasi pidato pembukaan Social Act. Pada saat itu terlihat ada perbedaan fokus pidato diantara mereka. Dalam pidatonya, Rokhim dirasa kurang fokus pada tujuan dari diadakannya Social Act maupun output yang diharapkan dari Social Act itu sendiri. Pasalnya, Rokhim lebih menegaskan pada status IKM aktif. Sementara Ani di dalam pidatonya dinilai lebih membawa topik “agen perubahan” dan output dari Social Act 2015 yang diharapkan. Tujuan diadakannya Social Act juga dijelaskan, yakni agar mahasiswa baru mengutamakan empati, tidak hanya mengasa rasa individualisme mereka selama menuntut ilmu di FEB UI.

Meski sempat muncul isu tersebut dalam sesi 2, keputusan akhir dari bidding adalah tim Social Act 2015 lulus bersyarat. Selain itu juga diputuskan bahwa antara PO dan VPO Social Act 2015 tidak perlu bertukar posisi.

 

Penulis: Umda Nafida Yasin

LEAVE A REPLY