UKT di UI Bukan Barang Baru

0
178

Belakangan ini beredar kabar bahwa UI akan menggunakan sistem baru dalam skema pembayaran mahasiswa, yaitu Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menanggapi hal tersebut, Rosmalita selaku Kasubdit Kesejahteraan Mahasiswa UI menegaskan bahwa UKT bukan barang baru di Universitas Indonesia. Meski begitu, mahasiswa seringkali salah memahami sistem UKT ini.

Pernyataan itu disampaikan dalam Diskusi Publik UKT pada Kamis, 9 April 2015, di di Aula terapung Universitas Indonesia. Diskusi tersebut menghadirkan 4 orang sebagai pembicara utama. Mereka adalah Arman Nefi selaku Ketua Pokja Perumus UKT UI, Rosmalita selaku Kasubdit Kesejahteraan Mahasiswa, Rifelly Dewi Astuti selaku Kepala Humas dan KIP UI, dan Sandi Aria Maulana selaku Perwakilan Mahasiswa dalam Tim Perumus UKT.

Uang Kuliah Tunggal, atau yang biasa disingkat UKT merupakan sistem pembayaran yang sejatinya telah lama digunakan oleh Universitas Indonesia. Hanya saja memang istilah yang digunakan oleh UI bukanlah UKT, tetapi Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOPB). Menurut Arman Nefi, BOPB hanyalah branding-nya saja, sementara sistem yang digunakan substansinya adalah UKT.

“UI telah menganut UKT sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Hanya saja namanya BOPB”, begitu kata Arman.

Arman mengakui bahwa sistem ini masih memiliki beberapa kelemahan sehingga setiap tahunnya senantiasa diperbaiki. Untuk tahun ajaran mendatang (2015/2016), Arman ingin melibatkan mahasiswa dalam perumusannya. Ia ingin semua pihak bisa memahami dengan baik bagaimana sistem pembayaran ini disusun. Untuk itulah dibentuk Tim 5 sebagai perwakilan mahasiswa dalam proses perumusan UKT. “Agar tak ada dusta diantara kita”, begitu kelakarnya.

Terkait UKT sendiri, Rosmalita berkali-kali menekankan bahwa UKT bukanlah barang baru di Universitas Indonesia. Justru, UI harus berbangga karena sistem UKT yang digunakan UI akhirnya ditiru oleh Kemendikbud dan dianjurkan bagi seluruh PTN di Indonesia. “UKT dinasionalisasi dari UI tahun 2013. Kita harusnya bangga”, ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa masih salah memahami terkait sistem UKT yang telah lama digunakan di UI. Kesalahan itu terkait angka pembayaran yang diidentikkan akan “mahal” jika sistem UKT diterapkan. Hal ini menurutnya didasarkan pada cerita mahasiswa-mahasiswa di kampus lain yang merasa keberatan dengan sistem pembayaran UKT. Padahal, menurut Rosmalita, UI dengan BOPBnya telah menggunakan sistem UKT, sehingga mahasiswa tidak perlu khawatir. Ia menegaskan bahwa UKT bukan angkanya yang tunggal, tapi komponennya yang tunggal.

“UKT itu maksudnya adalah komponennya tunggal. Jadi kalian hanya bayar sekali saja dan tidak dipungut bayaran apapun selain itu”, ujar Rosmalita.

Ikut menanggapi, Rifelly sebagai perwakilan dari Humas UI menegaskan bahwa pihak Humas akan melaksanakan 3 tahap sosialisasi terkait sistem UKT yang digunakan di UI. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada lagi ketidaksepahaman dan ketidakmengertian dari mahasiswa dan calon mahasiswa terkait sistem UKT di UI.

 

Penulis: Ibrohim Abdul Halim

LEAVE A REPLY