Tari Tradisional mengguncang National Folklore Festival

0
183

Hari kedua main event dari National Folklore Festival (NFF) yang diadakan oleh BEM FEB UI berlangsung dengan sangat meriah. Pada hari Kamis, 23 April 2015, berbagai group tari datang ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia untuk berkompetisi dan meraih titel juara dari Lomba Tari Tradisional. Walaupun acara mulai terlambat dua jam dari waktu yang dipublikasikan sebelumnya karena masalah teknis, namun pembukaan masih berjalan meriah dengan penampilan singkat dari teater FEB UI.

SMAN 8 Tangerang A membuka Kategori A tarian untuk SMA dan membuat suasana makin meriah dengan tariannya yang dinamik. Dengan warna hijau kebiru-biruan yang mendominasi kostumnya, mereka berhasil membuat para penonton berdecak kagum dengan gerakan mereka yang gemulai. Kompetisi tari tradisional tidak hanya diikuti oleh wanita, namun juga para lelaki.

Penonton pun terkagum kagum dengan gerakan yang cepat dan tepat dari penampil dengan nomor urut 3 dari SMAN 4 Depok dengan kostum merah membaranya. Tari Tradisional kategori A ditutup dengan penampilan dari SMAN 39 Jakarta yang mengenakan kostum bernuansa hijau.

Setelah ishoma, acara kembali dimulai untuk tari tradisional kategori B, yaitu untuk tingkat universitas. Dibuka dengan penampilan singkat namun berkesan dari teater FEB UI, selanjutnya Sampoerna University 2 menghangatkan kompetisi tersebut dengan Tarian Garuda Wisnu Kencana.

Selain Sampoerna University, ada beberapa universitas lain yang mengikuti ajang tari tradisional untuk tingkat universitas yaitu Universitas Brawijaya yang membawakan Tari Sri Ganyong, Trisakti School of management yang membawakan Tari Bumi Ayu, ITB dengan Tari Yapong nya, dan masih banyak lagi universitas yang berkontribusi dan menunjukan taringnya dalam ajang kompetisi tari tradisional tersebut. Kategori B selesai pada pukul 16.25 yang ditutup dengan penampilan tari dari Universitas Sultan Agung Tirtayasa.

Kategori C untuk sanggar dimulai dengan penampilan Sanggar Dangiang Padjajaran yaitu Tari Sinta Obong. Dengan gerakannya yang lemah gemulai namun berenergi, mereka berhasil membuat penonton berdecak kagum dan menjadi awal mula yang bagus untuk kategori C. Selanjutnya diikuti dengan Tari Saraswati yang dibawakan oleh. Sanggar Merthasari. Setelah beberapa team menampilkan tariannya, akhirnya kategori C ditutup dengan penampilan Kamahadayu dengan tari Jari Manis yang mempesona.

Pada pukul 18.55, dimulailah malam penganugrahan bagi kompetisi tari tradisional NFF. Setelah menyampaikan beberapa kritik dan saran bagi peserta yang telah menunjukan tarian mereka, para dewan juri pun mengumumkan juara 1, 2, dan 3 untuk masing-masing kategori.

Juara 3, 2, dan 1 untuk kategori A jatuh kepada SMAN 28 Jakarta dengan nilai 820, SMAN 1 Jampangkulon dengan nilai 840, dan SMAN 4 depok A dengan nilai 880. Lalu untuk kategori B, Penghargaan jatuh kepada KTF UI Radha Sarisha FISIP UI dengan nilai 960, STADIUM 2 Sampoerna University dengan nilai 1000, dan UKTK UNAIR dengan perolehan nilai 1020. Dan yang terakhir untuk kategori C penghargaan diraih oleh Sanggar Merthasari untuk juara 3, Gema Parahyangan Diklat Tari Anjungan Jawa Barat untuk juara 2, dan Svadara Indonesia untuk juara 1. Acara tersebut kemudian ditutup oleh MC pada pukul 19.45

 

 

Penulis: Rachmah Pradnya M

LEAVE A REPLY