Mengenal Rangga Husnaprawira, Mapres FEB UI yang Outstanding

0
516

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (BEM FEB UI) sudah menyelesaikan rangkaian “Mapres Award” Pada Kamis, 16 April 2015. Pada hari itu, seorang mahasiswa jurusan manajemen angkatan 2011 dianugerahi gelar Mahasiswa Berprestasi (mapres), Ia bernama Rangga Husnaprawira.

Bagi Rangga, menjadi mapres bukan tujuan utamanya. Keikutsertaanya dalam mapres FEB UI didasari rasa penasaran akan kompentensi yang dimilikinya. Dalam kurun waktu satu minggu Rangga mempersiapkan segala hal yang dibutuhkannya untuk mengikuti seleksi mapres. Di saat yang bersamaan, Rangga juga harus mempersiapkan dirinya untuk mewakili Indonesia dalam ajang L’oréal Brandstorm 2015 tingkat internasional di Paris, Prancis. Saat itu, Rangga lebih memprioritaskan untuk persiapan L’oréal Brandstorm karena harus mengikuti jadwal timnya. Namun, semua hal itu tak menghalanginya menjadi juara utama.

Pria yang suka menulis lagu dan travelling ini merasa bangga atas pencapaian dirinya sebagai mapres FEB UI yang dia anggap cukup bergengsi. Disisi lain, Rangga merasa sedikit terbebani karena dia harus mewakili FEB berkompetisi di tingkat UI. Dorongan dan harapan dari masyarakat FEB lah yang membuat dirinya merasa terbebani, terlebih lagi sudah tiga kali mapres FEB UI tidak mendapatkan gelar mapres UI.

Meski begitu, pria yang juga pernah menjadi asisten dosen ini tetap optimis menang mapres UI. Goldy Darmawan sebagai kepala Departemen Keilmuan BEM FEB UI mengatakan bahwa potensi FEB untuk tahun ini sangat tinggi untuk menang di UI karena dari segi persaingan, rangga cenderung salah satu yang paling outstanding.

Pria bergolongan darah A ini mengakui kalau dirinya masih memiliki banyak kekurangan. Di antaranya sering terlambat, kurang mampu mengatur waktu, perfeksionis, dan procrastinator. Rangga mengakui bahwa dirinya harus lebih disiplin dan respek pada waktu. Sebagai seorang procrastinator Rangga mengaku kalau dirinya akan bekerja lebih baik di bawah tekanan, contohnya tekanan waktu. Rangga menyadari resiko dari kekurangannya ini, yaitu tidak adanya waktu untuk meminta feedback dan waktu untuk review.

Selain unggul dalam bidang akademis, rupanya Rangga juga mengepalai beberapa kegiatan lain. Rangga merupakan co-founder dari “Turkey & Me”, sebuah start-up project yang dijalaninya sejak Juli 2012 hingga Desember 2013. Turkey & Me adalah sebuah bisnis kuliner dengan konsep “modern American” yang tersinspirasi dari perayaan thanksgiving. Selain itu, Rangga bersama teman-temannya dari Institut Teknologi Bandung dan Prasetya Mulya Business School juga membuat sebuah organisasi ASEAN Business and Economics Student Association (ABESA), dimana Rangga sebagai Presidennya.

Di akhir wawancara, Rangga menyampaikan beberapa pesan dan tipsnya untuk mahasiswa baru. Diantaranya: “mulai lebih dulu”, memang akan ada banyak godaan dari teman (peer preasure), boleh bersenang-senang tapi prioritaskan tujuan kalian. Kemudian, jangan takut untuk mencoba karena setiap orang mempunyai jatah gagalnya. “The more you try, the more positive outcome” semakin banyak mencoba, semakin banyak kemungkinan menangnya. Selanjutnya, nekat! Ketika mencoba, pasti diperlukan mental nekat supaya tidak pesimis dalam melakukannya. Terakhir, networking, cobalah bergaul tidak hanya dengan anak FEB tapi juga orang-orang ideal dari luar. Go beyond your boundaries, jangan takut untuk ambil jalan yang berbeda.

Penulis: Niken Rahmadini Cholin

LEAVE A REPLY