Kronologi Aksi 20 Maret Versi BEM UI

0
96

Menanggapi tentang bagaimana asal-muasal digelarnya Aksi 20 Maret oleh BEM UI, BEM se-UI dan ILUNI UI, Muhammad Syaeful Mujab selaku Deputi Kajian Strategis BEM UI memaparkan kisah lengkapnya. Kajian mengenai aksi ini telah dimulai sejak awal Januari, ketika Budi Gunawan (BG) dicalonkan menjadi Kapolri. Setelah sebelumnya dibahas secara intensif, pada 25 Februari, BEM UI sepakat untuk mengawal isu darurat korupsi ini.

Ajakan aksi tersebut bukan semata-mata datang dari ILUNI UI, melainkan dari Gerakan Anti Korupsi Perguruan Tinggi. Gerakan lintas perguruan tinggi ini menyatakan sepakat untuk menggelar aksi di kampus masing-masing.

“Dua atau tiga minggu yang lalu (terhitung dari 19 Maret 2015), kami bersama membahas tentang isu ini dalam forum Chief Executive Meetings (CEM). Dengan dasar ingin memberi kejelasan tentang pembahasan ini, Forum CEM meminta diadakannya sebuah pertemuan bersama dengan pihak KPK dan ILUNI, “ jelas Mujab.

Pertemuan selanjutnya digelar pada Jumat, 13 Maret 2015. “Pihak KPK diwakili oleh Nanang dan pihak ILUNI UI diwakili oleh Tomy. Dalam forum ini, ILUNI menjelaskan tentang isu yang diusulkan olehnya,” Mujab menjelaskan lebih lanjut. Dalam forum itu, ada dua persyaratan yang diajukan oleh CEM-Sospolnet, yakni: sinergisasi tuntutan BEM se-UI dengan ILUNI UI dan mengkaji isi tuntutannya lebih dalam. Hasil yang telah disepakati dalam forum ini adalah 1) menyetujui tuntutan mengenai penguatan KPK dan wajah bersih kepolisian, 2) mengkaji lebih lanjut mengenai tuntutan oligarki dan 3) menolak tuntutan tentang penurunan harga.

Kemudian CEM Sospolnet diadakan lagi pada Senin, 16 Maret di FEB UI sebagai tindak lanjut dari CEM Sospolnet sebelumnya. Forum lanjutan ini membahas tentang pemaparan hasil kajian masing-masing perwakilan fakultas mengenai tuntutan-tuntutan yang akan disampaikan pada Aksi 20 Maret. Dalam forum ini telah disepakati bersama untuk meredam isu oligarki karena terlalu abstrak untuk disampaikan sebagai tuntutan. Sedangkan dua hal yang disepakati untuk disuarakan pada 20 Maret adalah tentang penguatan KPK dan membangun kepolisian yang bersih. (bersambung)

LEAVE A REPLY