Lentera Anak Indonesia Gelar Diskusi Pelibatan Anak Muda dalam Kampanye Bahaya Rokok Melalui Media Sosial

0
95

Petisi yang memprotes iklan mesum dari salah satu produsen rokok akhirnya menuai tanggapan dari Menkominfo dan PT Sampoerna Tbk. Pihak PT Sampoerna segera mencopot papan reklame tersebut setelah didesak oleh masyarakat.

Sebagai kelanjutan dari petisi tersebut, Lentera Anak Indonesia menyelenggarakan diskusi terarah tentang ‘Pelibatan Anak Muda dalam Kampanye Bahaya Rokok melalui Media Sosial’ di Hotel Sofyan Inn Tebet, Sabtu (10/1/2015). Diskusi ini dihadiri oleh komunitas peduli pemuda seperti 9CM (Gerakan pemuda anti rokok), Forum Anak Depok, Komunitas Anak Kreatif, Tobacco Control Forum, dan Forum Remaja Jakarta.

Lisda, Ketua Lentera Anak Indonesia, menjelaskan kekuatan media sosial tidak dapat diragukan dan dapat menggerakkan semua kalangan untuk turut terlibat. Sasaran produsen rokok adalah anak muda. Semakin dini anak muda merokok, semakin besar pelanggan rokok dan berimbas pada meningkatnya profit produsen rokok. “Petisi memprotes iklan mesum kemarin adalah salah satu bukti aksi yang berhasil melalui media sosial. Namun gerakan anak muda terlihat terlihat sporadis. Sedangkan produsen rokok menggunakan strategi yang sudah terstruktur, tersistematis, dan masif. Kita harus mampu mengimbangi mereka”, ungkap Lisda.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan bahwa keberadaan rokok di Indonesia telah menimbulkan banyak masalah dan tingkat relevansi pelanggan rokok terus meningkat. Hal ini disebabkan murahnya harga jual rokok, masifnya iklan rokok di media elektronik dan cetak, mudahnya akses memperoleh rokok, dan lemahnya regulasi. “Masifnya iklan rokok sudah tidak bisa ditawar. Ini harus diperangi secara bersama melibatkan anak muda melalui media sosial”, ungkap Lisda.

Di akhir diskusi Lentera Anak Indonesia, masing-masing peserta yang telah terbagi menjadi ketiga kelompok mempresentasikan ide dan gagasan kampanye. Zahrina, salah satu peserta dari 9CM, menggagas kampanye ‘Berani Berhenti’ dengan mengajak anak muda menegur dan menyadarkan orang yang merokok. Sementara Ayu, dari Forum Remaja Jakarta, memfokuskan kampanye pada Meme Comic yang mengandung konten paradi iklan rokok, bahaya rokok, peduli sehat tanpa rokok, dan ceritakan kisahmu before and after.

Lisda menerangkan diskusi ini tidak berakhir begitu saja, tetapi akan ada kelanjutannya melalui kampanye aksi nyata. “Saat ini juga sedang dilakukan diskusi yang sama di regional Mataram dan Padang. Kesimpulan yang didapat nanti akan dikumpulkan dan melibatkan peserta yang datang untuk mendukung kampanye nasional”, ungkap Lisda.

Penulis : Luqman Hakim

LEAVE A REPLY