Panitia Pemira FEUI Menemukan Kejanggalan saat Dilakukan Verifikasi Tanda Tangan Dukungan Calon

0
79

Di dalam pesta demokrasi Pemilihan Raya (Pemira) FEUI tahun ini, terdapat kebijakan baru dari panitia Pemira FEUI, yakni melakukan verifikasi atas tanda tangan dukungan yang diberikan kepada bakal calon BEM dan BPM FEUI melalui telepon.Verifikasi dengan cara menelpon nomor yang dicantumkan pemberi dukungan pada saat memberikan tanda tangan dilakukan untuk menilai keaslian tanda tangan yang diberikan kepada bakal calon sebagai salah satu syarat administratif untuk menjadi calon BEM dan BPM FEUI.

Nur Rokhim, Vice Project Officer Pemira FEUI menjelaskan bahwa cara tersebut dilakukan karena peraturan tahun ini, setiap orang boleh menanda tangani dukungan kepada lebih dari satu calon yang maju. Untuk itu, perlu dilakukan verifikasi kebenaran nama dan NPM guna menghindari pemalsuan yang mungkin dilakukan.

“Yang jelas, ini untuk improvement supaya baik Calon, CT (campaign team) dan CM (Campaign Manager)-nya nggak asal tulis nama, NPM dan kasih tanda tangan palsu,“ ujarnya

Rokhim juga mengatakan kalau verifikasi dilakukan dengan menelepon beberapa nama yang terpilih melalui metode Random Sampling, sehingga tidak semua nama yang ditelepon. Jumlah nama yang ditelepon yaitu sekitar 60 orang untuk satu bakal calon BPM dan 90-100 orang untuk satu pasang bakal calon BEM FEUI. Verifikasi dengan telepon ini sebenarnya sudah lebih dulu dilakukan oleh Panitia Pemira IKM UI. Atas hasil diskusi Panitia Pemira FEUI, maka tahun ini mereka menggunakan cara serupa.

Dari hasil verifikasi, Rokhim menyebutkan bahwa telah ditemukan sebanyak delapan nomor yang dinilai palsu. Menurut pengakuannya, permasalahan yang terjadi yakni nomor itu tidak bisa dihubungi, salah sambung, atau semacamnya. Akibat dari kecurangan ini, maka tanda tangan dukungan tersebut dianggap tidak sah. Apabila karena hal ini ada calon yang tidak memenuhi kuota tanda tangan, maka akan dikenakan denda yang berlaku.

Ditanya mengenai pembiayaan verifikasi dukungan tanda tangan, Rokhim mengakui bahwa hal itu memang tidak terlalu diperhitungkan secara detail sejak awal. “Sebenarnya pembiayaan tersebut dapat menggunakan anggaran yang sudah tersedia. Dananya dari blockgrant BPM dan uang pendaftaran masing-masing bakal calon sebesar Rp 200.000 untuk calon BPM dan Rp 300.000 untuk pasangan calon BEM”, ujar mahasiswa FE UI angkatan 2012 ini.

Penulis: Jeffry Fauzan

LEAVE A REPLY