Rangkaian OPK FE UI 2014 Menorehkan Kesan

0
263

Rangkaian Kegiatan Orientasi Pengenalan Kampus (OPK) FE UI yang berlangsung selama dua hari (25-26/8) memang telah berakhir, namun menyisakan kesan mendalam bagi mahasiswa baru FE UI 2014 hingga panitia penyelenggara OPK FE UI 2014. Pelaksanaan OPK FE UI berjalan dengan meriah dengan kehadiran tokoh nasional dan tokoh pemuda. Beberapa tokoh yang dihadirkan adalah Faisal Basri (Ekonom dan Dosen FE UI), Valentino Dinsi (Penulis buku best seller bisnis), Fahmi Idris (Mantan Menteri Perindustrian RI periode 2005-2009), Alia Noor Anoviar (Pendiri Yayasan Dreamdelion), dan beberapa mantan ketua lembaga mahasiswa tingkat fakultas maupun fakultas.

Dengan mengusung tema OPK FE UI 2014 Kebermanfaatan di Atas Keberagaman, panitia OPK FE UI kali ini ingin menanamkan pesan bahwa keberagaman tidak menjadikan alasan untuk dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Fatimah Azzahra, Vice Project Officer OPK FE UI 2014 menceritakan perjalanan OPK yang telah disiapkan tiga bulan sebelumnya. “Sebenarnya kami mengangkat tema besar itu dari apa yang kami alami selama di FE UI. Keberagaman adalah hal nyata adanya sehingga potensi beragam ini harus dikelola oleh semua pihak dengan sama-sama menjunjung toleransi, kolaborasi, dan kontribusi”, tutur mahasiswa jurusan Menejemen angkatan 2011 ini.

Konsep Appreciative Inquiry menjadi pegangan panitia OPK FE UI untuk melakukan pendekatan kepada Mahasiswa Baru FE UI. Hadirnya Appreciative Inquiry membantu dalam memberikan apresiasi positif pada  OPK FE UI 2014. “Melihat acara yang memuaskan dan membanggakan pada rangkaian briefing, pra OPK, hari H OPK, dan Meet the Organization (MTO), ini juga berkat kerja keras dari semua pihak, terutama 216 panitia OPK yang senantiasa menjunjung tinggi niat baik untuk mendidik adik-adik maba”, tambahnya.

Menurut Fatimah, kebanggaan yang dia dapati selama bertanggung jawab penuh pada OPK FE UI ini adalah mengenal potensi-potensi FE UI 2014. “Sepenuhnya saya bangga mendapati adik-adik yang secara dewasa memahami arti sebuah konsekuensi dan tanggungjawab menjadi seorang MAHAsiswa, mendapati adik-adik yang kooperatif, kreatif, dan paham bahwa bersatu adalah jawaban atas keberagaman perbedaan dalam satu angkatan”, tutur Fatimah.

Lewat OPK FE UI sebagai gerbang awal memasuki FE UI, Fatimah berharap agar maba FE UI dapat bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain serta meneruskan nilai yang telah ditanam kepada generasi FE UI berikutnya.

Sementara itu, Faisal Fahmi, Maba FE UI 2014 jurusan akuntansi, merasakan pengalaman seru selama dua hari OPK. “OPK FE itu seru dan banyak cerita. Saya mendapatkan strategi gambaran bagaimana kuliah di FE, seputar UKM dan BO, serta jurusan. Selain itu, hal yang terpenting didapat adalah mendapat motivasu dari pembicara yang bagus-bagus jadi termotivasi untuk membantu orang yang sangat membutuhkan”, tutur Ketua Kelompok.37 OPK FE UI ini.

“Tugas yang diberikan OPK lumayan rumit tetapi seiring dengan waktu dapat diselesaikan. Sebenarnya kalau dicicil akan terasa ringan dan tidak menumpuk diakhir. Pasalnya, akibat beban tugas yang diberikan menyebabkan maba kecapekan dan mengantuk saat seminar berlangsung”tutur Faisal. Sembari mengomentari hal ini, Faisal menambahkan tugas esai OPK terlihat kurang efesien apabila mementingkan kuantitias ketimbang kualitas.

Fatimah juga mengakui sebagai vice project officer dan OPK FE UI masih jauh dari kata sempurna, namun menurutnya dengan semangat terus belajar dan belajar memperbaiki  dapat memberikan yang terbaik untuk almamater FE UI. “Keberagaman terasa dekat dengan saya beberapa bulan ini, mulai dari staf, BPH, pihak eksternal serta maba. Malah saya mendapati, mengelola keberagaman adalah pelajaran berharga yang tidak dapat dibeli dengan nilai ekonomi berapapun harganya”, ujar Fatimah seraya puas memenuhi panggilan ini untuk almaternya. Ia menikmati proses berbaur dengan banyak orang untuk menjadikan OPK berkesan bagi semua pihak. Pendek kata, pengabdian terhadap FE UI adalah cintanya.

Pada akhirnya, OPK FE UI hanyalah awalan dari perjalanan maba selama di FE UI kedepan. Namun nilai yang ditanamkan tak akan meredup sesaat. Buah dari nilai OPK akan terlihat beberapa tahun kedepan. Regenerasi di FE UI tidak akan pernah habis. Generasi baru menghidupi generasi lama dan sebaliknya selalu ada ikhtiar agar kejayaan FE UI tetap hidup.

Penulis: Luqman Hakim  

LEAVE A REPLY